Pemerintah Targetkan SBN 2010 Rp104 T

Candra Setya Santoso, Jurnalis · Senin 08 Februari 2010 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2010 02 08 20 301423 S6i12XNsy3.jpg Ilustrasi: Mata Uang Rupiah (Foto: Heru Haryono-Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) netto untuk 2010 sesuai dengan UU APBN sebesar Rp104 triliun.

Dana tersebut merupakan campuran dari Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang belum dapat ditentukan besaran masing-masing.

"Berdasarkan UU APBN, kita targetkan netto untuk SBN sebesar Rp104 triliun, itu mix antara SUN dan SBSN, jadi tidak spesifik masing-masing instrumen," ujar Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto, dalam konferensi pers di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/2/2010).

Sementara itu untuk SUN sendiri terdapat banyak diversifikasi di antaranya ada obligasi ritel Indonesia (ORI) yang sifatnya ritel dan non-ritel, rupiah maupun dolar, dengan jangka panjang atau pendek. Sedangkan untuk SBSN ada sukuk ritel, sukuk, dan global sukuk.

Meskipun demikian, Rahmat menyatakan, target bruto SBN 2010 sebesar Rp175,3 triliun. "Itu tergantung daya serap pasar, karena sukuk ritel baru 2008 kemarin, daya serap pasar lebih banyak untuk SUN," tegasnya.

Terkait dengan rencana penerbitan sukuk ritel ketiga, dirinya belum dapat memastikan akan menerbitkan sukuk ritel ketiga dalam waktu dekat. "Penerbitan Sukri berikutnya belum ditentukan," tambahnya.

Mengenai underlying sukuk yang tersedia sampai saat ini sekira Rp17 triliun dari Rp25 triliun yang tersedia. "Underlying itu Rp25 triliun, kita sudah pakai Rp8 triliun, sekarang sisanya Rp17 triliun," tandasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini