Share

SBY Kampanyekan Pembangunan Green Economy

Rohmat, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2010 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2010 02 24 20 306844 6qVWqTgr2u.jpg Foto : Daylife.com

NUSA DUA - Untuk menjamin keberlangsungan kehidupan di muka bumi dari berbagai kerusakan, sudah saatnya semua negara di dunia melakukan perubahan orientasi pembangunan yang menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan dengan Green Economy.

"Mari laksanakan orientasi baru dalam pembangunan, melalui paradigma Green Economy. Paradigma Green Economy harus dilakukan masyarakat Internasional, untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pertemuan United Nations Environment Programme (UNEP), di Nusa Dua, Bali, Rabu (24/02/2010).

Pembangunan dengan paradigma baru itu kata SBY, harus dilaksanakan dalam konteks pendekatan pembangunan yang berpihak pada masyarakat miskin yang berorientasi pada masyarakat miskin (pro poor) penciptaan lapangan kerja (pro job), pertumbuhan (pro-growth). "Semuanya tetap dengan paradigma Green Economy," tegasnya lagi.

Selain menekankan perlunya perubahan paradigma pembangunan, SBY juga memandang penting perlunya mengubah pola produksi dan konsumsi dunia yang tidak didasarkan pada asas pembangunan berkelanjutan.

"Planet bumi saat ini sedang dirundung kerusakan lingkungan yang serius. Jika kita biarkan kerusakan lingkungan itu terus berlangsung, masa depan anak cucu kita dan umat manusia akan terancam," tegasnya.

Pada kesempatan itu, SBY juga mengingatkan semua negara miskin, berkembang dan maju, untuk bersama-sama menghentikan tingkat kepunahan keanekaragaman dan kekayaan hayati. "Kita harus mampu menurunkan tingkat hilangnya keanekaragaman hayati secara signifikan pada tahun 2010 ini," harapnya.

Upaya itu bisa dilakukan dengan tindakan nyata untuk menyelamatkan dan melestarikan keanekaragaman hayati di dunia.

"Lebih dari 50.000 jenis tumbuhan mengalami kepunahan. Hampir 4.000 spesies vertebrata endemic, berpotensi hilang tak berbekas pada akhir abad ini, sekira 60 persen ekosistem dunia dari hutan dan lahan sampai karang laut akan mengalami kerusakan serius," katanya mengingatkan.

Kepada para peserta sesi khusus ke-11 pertemuan UNEP yang mengusung slogan "Satu Planet Tanggung Jawab Kita Bersama", SBY kembali menegaskan perlunya mengakhiri perdebatan berkepanjangan atas isu tata kelola lingkungan global. "Mari kita raih kesepakatan nyata pada konferensi PBB mengenai pembangunab berkelanjutan di Brazil tahun 2012 mendatang," ajak SBY.

Sementara di sela-sela pertemuan UNEP, pemerintah Indonesia menyelenggarakan pertemuan tingkat Mentri Negara-Negara Hutan Tropis (Forest Elevent/F-11) pada 23 februari kemarin.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini