JAKARTA - Tren penguatan dolar nampaknya masih akan berlanjut pada hari ini, akibatnya nilai tukar rupiah diproyeksikan akan kembali mengalami pelemahan.
"Masih akan sama pergerakan rupiah (dengan kemarin)," kata pengtamat valas Toni Mariano saat dihubungi okezone di Jakarta, Rabu (24/2/2010).
Dimana konsolidasi risk-appetite di pasar Eropa dan AS karena kekhawatiran terhadap outlook suku bunga AS yang akan menghambat langkah pemulihan ekonominya. Selain itu juga kekhawatiran lebih lanjut dari langkah-langkah China memperketat kebijakan moneter dan perbankannya, serta belum hilangnya concern defisit Yunani.
"Dia menilai, dolar masih akan menguat karena kondisi Eropa masih mengkhawatirkan. Ditambah lagi dengan kondisi AS yang kurang mendukung pula," jelas dia.
Kekhawatiran tersebut masih berisiko membayangi pergerakan bursa saham Asia hari ini dan pekan ini, meskipun Senin kemarin bursa Asia mengalami lonjakan mengikuti reaksi positif di bursa Wall Street (akhir pekan kemarin) terhadap kenaikan discount rates AS.
Menurutnya, dia mengungkapkan rupiah akan berada pada kisaran Rp9.280-9.330 per USD.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), pada perdagangan Selasa (23/2/2010) ditutup di level Rp9.318 per USD dibanding perdagangan sebelumnya, di level Rp9.292 per USD.
Melemahnya rupiah, terjadi akibat dolar yang masih cenderung diminati investor, baik saat risk-appetite sedang meningkat (karena prospek positif dari AS sendiri) ataupun saat terkonsolidasi (karena sejumlah kekhawatiran global) yang kembali memperkuat peran safe haven-nya.
(Candra Setya Santoso)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.