Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Kembali Terdesak!

Widi Agustian , Jurnalis-Kamis, 25 Februari 2010 |08:55 WIB
Rupiah Kembali Terdesak!
Ilustrasi (Foto: Corbis)
A
A
A

JAKARTA - Berbagai sentimen negatif yang mewarnai pasar modal nampaknya akan memaksa rupiah untuk kembali mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini.

"Untuk perdagangan hari ini kami perkirakan rupiah akan melemah kembali ke rentang Rp9.330-Rp9.350 per USD," demikian terungkap dalam buletin harian Samuel Sekuritas di Jakarta, Kamis (25/2/2010).

Beberapa sentimen negatif tersebut antara lain adalah pandangan akhir fraksi Pansus yang diberikan mencatat skor 4-5 untuk tidak menyebut nama yang bertanggungjawab.

"Kami perkirakan hasil akhir rapat paripurna pada 2 Maret mendatang akan merekomendasikan agar kasus ini dilanjutkan ke lembaga yudikatif dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). DPR tidak mempunyai mekanisme sanksi untuk kebijakan yang salah kecuali mendesak Presiden untuk menarik pejabat terkait. Sejauh ini Presiden tidak berniat untuk mengubah posisi Sri Mulyani sebagai Menkeu, apalagi mengganti Boediono sebagai Wapres," jelas dia.

Selanjutnya, dari eksternal, indeks keyakinan konsumen AS turun, terendah dalam 10 bulan terakhir, dan lebih rendah dari ekspektasi analis. Indeks mencapai 46, di bawah batas optimistis 50. Konsumen khawatir dengan ketersediaan lapangan kerja sehingga menahan diri untuk berkonsumsi.

Berdasarkan data yahoofinance, pada perdagangan Rabu kemarin, nilai tukar rupiah berada di level Rp9.340 per USD, atau melemah jika dibandingkan dengan perdagangan kemarin sebesar Rp9.285 per USD. Sementara berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah malah ditutup melemah ke posisi Rp9.321 dari hari sebelumnya yang sebesar Rp9.318 per USD.

Pelemahan terhadap USD juga terjadi pada sebagian besar mata uang Asia lainnya. Sedangkan harga minyak mentah WTI ditutup turun tajam, kembali ke USD88,61 per barel. Pelemahan harga minyak ini bisa menjadi sandungan pasar regional pada perdagangan hari ini, pasar regional Asia mempunyai kecenderungan mengikuti pergerakan harga WTI, IDR dan IHSG berpotensi melemah. (wdi)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement