Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Kembali Tertekan di Akhir Pekan

Widi Agustian , Jurnalis-Kamis, 25 Februari 2010 |16:26 WIB
Rupiah Kembali Tertekan di Akhir Pekan
Ilustrasi (Foto: Corbis)
A
A
A

JAKARTA - Perpaduan dari buruknya situasi eksternal ditambah dengan aksi profit taking yang datang akhirnya berhasil menekan nilai tukar rupiah untuk kembali melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data yahoofinance Kamis (25/2/2010), nilai tukar rupiah mengalami pelemahan dengan ditutup di level Rp9.347, dibanding dengan akhir perdagangan kemarin di level Rp9.340 per USD. Sementara berdasarkan data Bank Indonesia (BI), rupiah melemah ke level Rp9.335 jika dibandingkan dengan penutupan hasil sebelumnya Rp9.321 per USD.

Seperti dikutip dari Valbury, di pasar forex perlu mewaspadai outlook pesimis perekonomian AS dari Bernanke, untuk sektor tenaga kerja dan juga rilis pesimistis sejumlah data aktual belakangan ini (consumer confidence dan new home sales). Akibatnya dolar mengalami tekanan dan rupiah punya potensi untuk menguat.

"Hal ini berpotensi menekan USD, atau juga bisa menambah kekhawatiran global terhadap outlook ekonomi, sehingga bisa menekan higher-yielding currencies di tengah masih belum jelasnya nasib Yunani terkait dengan persoalan defisit," jelasnya.

Pasar global yang mendapat 'ketenangan' dari testimoni Bernanke semalam, yang masih akan mempertahankan suku bunga Fed Fund, menyusul kekhawatiran dari langkah mengejutkan terhadap kenaikan suku bunga Discount Rates pekan kemarin.

Indeks utama di bursa saham Wall Street mengalami penguatan rata-rata hampir sebesar satu persen semalam, setelah sempat volatile karena di saat yang hampir bersamaan data new home sales Januari AS mengalami penurunan signifikan mendekati level terendah selama 47 tahun, dan merupakan penurunan tertajamnya selama setahun.

"Dolar sempat melemah atas euro dan juga yen setelah rilis tersebut, namun kemudian berhasil rebound kembali," jelas dia. (wdi)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement