2010, PTPN VIII Targetkan Pendapatan Rp2 Triliun

Wilda Asmarini, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2010 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2010 03 05 320 309582 G9SBnhXbp9.jpg Foto: Koran SI

JAKARTA - Perusahaan PT Perkebunan Nisasntara VIII (PTPN VIII) menargetkan pendapatan sebesar Rp2 triliun pada 2010 atau naik sebesar 25 persen dari 2009 yang mencapai Rp1,6 triliun.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN VIII Bagas Angkasa usai pemberian penghargaan Kementerian BUMN kepada tujuh BUMN yang telah memenangkan sejumlah gugatan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Bagas menyebutkan, kenaikan pendapatan tersebut masih mengandalkan hasil perkebunan teh Walini dengan nilai target pendapatan sebesar Rp950 miliar.

Sementara untuk laba bersih, PTPN VIII menargetkan kenaikan 47,63 persen senilai Rp128 miliar. Sebelumnya, laba bersih PTPN VIII pada 2009 tercatat hanya Rp87 miliar. β€œKita optimistis mampu meraih kenaikan pendapatan dan laba tersebut,” ujar Bagas.

Menurut Bagas, sumbangan pendapatan terbesar berasal dari teh yang mencapai 55 persen dari total pendapatan. Hal ini dikarenakan teh merupakan komoditas dengan lahan terbesar di PTPN VIII dengan total lahan mencapai 26 ribu hektare (Ha). "Namun, dari segi marjin keuntungan, karet memberikan keuntungan terbesar," tukasnya.

Untuk menambah kapasitas produksi dan pendapatan, Bagas mengatakan pihaknya akan melakukan perluasan lahan perkebunan. Rencananya, untuk komoditas karet, PTPN VIII akan memperluas hingga 1.000 Ha. Sementara untuk teh akan diperluas hingga 700 Ha.

Adapun pada tahun ini dana investasi direncanakan sebesar Rp585 miliar yang berasal dari dana internal perusahaan dan pinjaman bank. Selain itu, hingga saat ini PTPN VIII juga masih memiliki 800 Ha lahan yang belum kembali sebagai aset perusahaan. Aset berupa lahan tersebut tersebar di Ciateur, Subang, Tasik dan Garut. "Lahan-lahan tersebut masih dikuasai oleh phak ketiga,” katanya.

Menurut Bagas, pengambilalihan kembali aset lahan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Sejak 1998 ada sekira 1.100 Ha lahan PTPN VIII yang masih dikuasai pihak ketiga. Selama 10 tahun, PTPN berhasil mengembalikan aset sekira 300 Ha dengan potensi nilai mencapai Rp150 miliar.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini