JAKARTA - PT Medco Energy International Tbk (MEDC) berencana menandatangani commercially approval dengan pemerintahan Libya terkait proyek Libya pada Maret ini.
Selanjutnya, perseroan akan membentuk joint venture dengan peusahaan negara Libya, Lybia Invesment Authority (LIA) dengan porsi kepemilikan 50-50.
"Medco akan menanamkan investasi setengahnya (USD400 juta) dari total investasi proyek Blok Libya sekira USD800 juta," kata Komisaris Utama MEDC Hilmi Panigoro di Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Selanjutnya, Hilmi mengatakan, proses pendanaan proyek ini diserahkan pada anak perusahaan MEDC yang ada di Libya. Joint venture untuk menggarap proyek tersebut, baru akan mulai menghasilkan tiga tahun sesudah beroperasi. "Dalam tiga tahun akan mulai memproduksi. Sekira 50 ribu barel per hari," imbuhnya.
Sementara itu, terkait proyek di Yaman, MEDC sedang melakukan eksplorasi-drilling pada dua blok di Yaman. Perseroan juga telah membuka kantor cabang di Yaman. Di mana perseroan memiliki saham sebanyak 45 persen dari proyek di sana.
Di sisi lain, dijelaskan pula blok SINGA yang mulai memproduksi gas pada April 2010 akan menambah kapasitas produksi gas MEDC dari 130 juta kubik feet menjadi 180 juta kubik feet. Hilmi mengatakan, saat ini perseroan fokus mengerjakan proyek SINGA. "Proyek SINGA akan memproduksi gas sekira 50 juta kubik feet," tambahnya.
(Candra Setya Santoso)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.