nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bill Gates-Toshiba Akan Bangun Reaktor Nuklir Mini

Rabu 24 Maret 2010 06:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 03 24 213 315460 RFK9TrPULh.jpg Foto: Corbis

TOKYO - Perusahaan raksasa elektronik Jepang, Toshiba Corp, kemarin menyatakan sedang melakukan pembicaraan dengan Terra-Power milik miliuner Amerika Serikat (AS) Bill Gates terkait rencana kerja sama pengembangan reaktor nuklir berskala kecil.

Surat kabar bisnis Nikkei melaporkan, kerja sama tersebut meliputi pembangunan reaktor nuklir kompak generasi terbaru yang dapat beroperasi lebih dari 100 tahun karena teknologi uranium yang digunakan tidak perlu diisi ulang seperti reaktor nuklir konvensional.

“Toshiba telah memasuki pembicaraan awal dengan Terra-Power dan kami sedang mencari kemungkinan untuk bekerja sama,” kata Juru Bicara Toshiba Keisuke Ohmori di Tokyo kemarin.

Menurut Nikkei, kerja sama Toshiba dengan TerraPower dirancang agar mudah dioperasikan di dalam kota atau wilayah yang lebih dengan tingkat operasional yang lebih mudah. Ohmori menambahkan, Bill Gates bersama eksekutif Terra- Power telah mengunjungi laboratorium nuklir milik Toshiba di Tokyo tahun lalu.

“TerraPower mengembangkan reaktor nuklir skala kecil dan Toshiba membuat reaktor kecil yang berbeda. Mereka tertarik dengan teknologi kami dan bermaksud menyatukannya,” katanya. Dia melanjutkan, sebagai permulaan kedua belah pihak sudah mulai saling bertukar informasi tetapi ditegaskannya bahwa tidak ada keputusan apapun termasuk investasi. “Gates berharap bisa menggunakan kekayaan yang dimilikinya untuk mengembangkan TerraPower. Investasinya bisa mencapai miliaran dolar,” tulis Nikkei.

Masih menurut Nikkei, pembicaraan kerja sama TerraPower dengan Toshiba tidak hanya sekadar mengetahui kebutuhan manufaktur pembangkit listrik tenaga nuklir. Di AS Toshiba mengoperasikan perusahaan reaktor nuklir Westinghouse. Perusahaan itu merancang reaktor nuklir ultrakompak yang bisa beroperasi selama 30 tahun.

“Perusahaan kami sedang meminta persetujuan dari Pemerintah AS untuk memulai pembangunan reaktor serupa pada 2014 yang bisa dioperasikan lebih praktis,” kata Ohmori. Analis Deutsche Securities Tako Miyamoto reaktor nuklir berukuran mini yang juga disebut traveling-wave reactors (TWR) itu cocok digunakan untuk negara-negara emerging market.

“Jika anda menggunakan reaktor nuklir reguler seperti yang digunakan di Jepang, maka akan terjadi kelebihan kapasitas dan akan sulit melakukan perawatan pada unit yang tidak terpakai,”kata dia. (AFP/Rtr/Yanto Kusdiantono)

(css)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini