Axiata Lepas 18% Saham XL di Harga Rp3.300

Juni Triyanto , Jurnalis · Senin 29 Maret 2010 07:48 WIB
https: img.okezone.com content 2010 03 29 278 317021 ag6nHZD3Bh.jpg Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA - Axiata Group Berhad, selaku pengendali saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) melepas 18 persen saham atau 1,531,440,000 lembar porsi kepemilikannya ke pasar di harga Rp3.300 per saham, melalui mekanisme penawaran umum saham kedua (secondary public offering/SPO).

Axiata Group juga akan melakukan up sized sebesar 1,8 persen atau sebanyak 153 juta dalam bentuk green shoe, tapi jika harga saham EXCL masih bertahan pada level pelepasan tersebut. Pelepasan green shoe tersebut akan dilakukan oleh PT Mandiri Sekuritas, sebagai salah satu penjamin emisi SPO XL.

"Pelepasan green shoe akan dilakukan dalam waktu 30 hari kedepan, kalau harga masih berada pada pada level tersebut atau di atasnya. Kalau dibawah akan dikembalikan lagi kepada Axiata,” ujar Direktur Mandiri Sekuritas Iman Rachman, di Jakarta.

Iman juga menjelaskan,berdasarkan hasil masa penawaran awal (book building)yang sejak 22 Maret 2010 lalu, telah mengalami kelebihan permintaan (oversubsribe) 3- 4 kali. Sehingga, harga yang ditetapkan untuk SPO XL adalah pada harga tertinggi Rp3.300 dari kisaran Rp3.000-Rp3.300, yang ditetapkan sebelumnya.

Manajemen Axiata menilai kisaran harga yang mereka tetapkan wajar karena tidak jauh berbeda dari pergerakan harga saham XL pada perdagangan sebelumnya, yang pada level Rp3.500. Proses penawaran awal itu dilakukan selama 10 hari, dengan melakukan roadshow ke beberapa kota, di antaranya Jakarta, Singapura, New York, Boston, Washington, Hongkong, London dan Edenberg.

Bertindak sebagai penjamin emisi dalam pelaksanaan penjualan saham itu, antara lain Goldman Sachs selaku lead offering, CIMB Investment Bank Berhard, JP Morgan Securities Ltd, Morgan Stanley Services Limited dan PT Mandiri Sekuritas.

Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi mengatakan, berdasarkan harga penetapan SPO sebesar Rp3.300, maka dana yang akan diperoleh Axiata Berhad adalah sekitar Rp5 triliun.

"Kami belum diberi keterangan dari Axiata, karena crossing sendiri baru dilakukan pada kamis (1/4) pekan ini, pukul 4 sore," terangnya. Pengamat pasar modal N Jaganathan mengatakan, pelepasan saham pengendali XL melalui SPO itu memang akan meningkatkan porsi kepemilikan publik.

Namun, pelepasan saham tersebut, menurutnya kurang efektif, karena jumlah yang dilepas sedikit. Dengan jumlah saham tersebut, saham XL diperkirakan masih belum terlalu likuid.

"Idealnya saham yang dilepas ke publik di atas 25 persen. Sehingga bisa benar-benar likuid. Kalau dengan jumlah pelepasan ini. Pelaku pasar susah memperdagangkannya," ujar Jaganathan.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini