Pemerintah AS akan Jual Saham Citigroup

Achmad Senoadi, Jurnalis · Selasa 30 Maret 2010 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2010 03 30 213 317424 i9qvoEOHhP.jpg Foto: Corbis

WASHINGTON - Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan menjual kepemilikan di Citigroup tahun ini. Ini akan menjadi penjualan saham terbesar dalam sejarah.

Seperti dikutip dari AFP, Selasa (30/3/2010), Kementerian Keuangan AS berniat menjual seluruh saham Citi yang dimilikinya, sebanyak 7,7 miliar lembar saham di 2010. Namun, Pemerintah AS tetap memperhatikan kondisi pasar. Saat ini, Pemerintah AS memiliki 27 persen saham Citi dengan nilai USD32 miliar jika mengacu pada harga saham dibursa pada Senin (29/3/2010).

Pengumuman muncul seiring upaya Washington untuk mengembalikan dana rakyat AS USD700 miliar yang digunakan untuk dana talangan perbankan (bailout). Kebijakan bailout ini ditujukan mencegah ambruknya sistem keuangan global pada 2008. Saat krisis, Pemerintah AS menyuntik dana bailout senilai USD45 miliar ke Citi.

Citi yang bermarkas di New York menghadapi kerugian besar saat krisis hipotek dan kesulitan uang saat keyakinan deposan runtuh. Citi telah membayar bailout senilai USD20 miliar pada Desember lalu. Saat ini, Citi menjadi salah satu dari bank penerima bailout  yang operasionalnya masih dikendalikan oleh Pemerintah AS. Sebab, beberapa bank telah melunasi dana bailout.

“Ini adalah langkah lanjutan kami untuk memastikan sistem keuangan bisa keluar dari krisis secepat yang bisa lakukan,” kata Menteri Keuangan Timothy Geithner saat wawancara dengan CNBC. “Kami tidak ingin lebih lama menjalankan bisnis bank dengan memiliki saham di perusahaan swasta,” tambah dia.

Hingga saat ini, Pemerintah AS masih menahan saham Citi karena harga pasarnya masih rendah. Tahun 2009, Citi mencatat rugi USD1,6 miliar atau membaik dibandingkan 2010 dimana rugi tercatat USD27,6 miliar.

Saham Citi terus menguat pada beberapa bulan terakhir seiring semakin baiknya reformasi yang dilakukan oleh CEO Citi Vikram Pandit. Dia berusaha meningkatkan neraca dan memotong biaya. Upaya Pandit menurunkan ukuran perusahaan, mengurangi pegawai, lebih fokus pada strategi bisnis, dan reformasi manajemen risiko telah berhasil memotong biaya perusahaan USD13 miliar pertahun. Pemerintah AS akan mendapatkan untung bersih USD8 miliar jika menjual seluruh saham Citi jika harga saham terus menguat.

"Kementerian Keuangan AS berniat menjual saham biasa Citi ke pasar melalui berbagai cara secara tertib dan metode yang terukur," kata Kementerian Keauangan AS dalam pernyataan tertulis.

Analis mengestimasikan rencana Pemerintah AS bisa berjalan. Sebab, volume jual dan beli harian saham Citi di bursa sangat besar sehingga bisa membantu pemerintah menjual di pasar. “Volume rata-rata harian Citi lebih dari 500 juta saham, saya pikir pmerintah dapat mendivestasi kepemilikannya tanpa memberikan tekanan pada harga saham Citi,” papar Matthew Albrecht dari Standard & Poor's.

Tapi, berita rencana penjualan saham telah membuat harga saham Citi melorot. Pada perdagangan Senin, harga saham Citi turun tiga persen menjadi USD4,18 per lembar. Pemerintah AS juga memiliki miliaran dolar saham preferen dan waran Citi.

(css)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini