Image

Prancis Berpeluang Investasi Biofuel di RI

Wilda Asmarini, Jurnalis · Rabu 07 April 2010, 18:12 WIB
https img k okeinfo net content 2010 04 07 320 320299 O8QCiI4fMq jpg Dirjen Migas Evita Legowo. Foto: Widi Agustian/okezone.com

JAKARTA - Pertemuan pihak Kementerian ESDM dengan delegasi Prancis hari ini membuka peluang Prancis untuk kembali berinvestasi di Indonesia. Investasi tersebut tidak hanya untuk proyek domestik, tapi juga untuk proyek ekspor seperti proyek biofuel.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo saat ditemui usai bertemu dengan delegasi Prancis di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (7/4/2010).

"Dia (delegasi Prancis) bilang salah satunya memberikan pendanaan untuk proyek yang tidak hanya domestik tetapi juga ekspor. Misal biofuel kan ada potensi untuk ekspor, saya dorong untuk ekspor," tutur Evita.

Sementara untuk proyek LNG, menurutnya investor Prancis tersebut tengah mempertimbangkannya. Mereka, lanjutnya, baru memberikan Euro 10 miliar ke PNG LNG Project.

"Mereka (investor Prancis) baru memberi 10 miliar euro ke PNG LNG project, proyek harus ada yang untuk eskpor, tetapi itu pun harus ada keterlibatan pemerintah," tukasnya.

Terkait LNG, Evita menuturkan bahwa investor Prancis tersebut juga mempertanyakan aturan pemerintah tentang LNG. Menurut Evita, pemerintah lebih mendahulukan domestik.

Tapi menurutnya pemerintah menyadari gas tidak bisa diproduksi bila mencapai harga keekonomian. "Karena kalau tidak sampai keekonomian, tidak ada yang mau mengembangkan," tandasnya.

Dalam kesempatan ini Evita juga menyebutkan APBNP untuk harga minyak (ICP) saat ini sementara sebesar USD77 per barel. Salah satu faktor pemicunya yaitu buruknya kondisi cuaca dunia.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini