RI Raih Pinjaman SFD Senilai USD189,3 Juta

Wilda Asmarini, Jurnalis · Senin 10 Mei 2010 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2010 05 10 320 331277 BmDFRZBts8.jpg Foto: Corbis

JAKARTA - Pemerintah Indonesia kembali akan memperoldeh pinjaman sekurangnya USD189,3 juta dari Saudi Fund for Development (SFD). Pinjaman tersebut disebutkan, untuk empat proyek yang akan dibahas lebih lanjut pada Juni mendatang.

"Ini merupakan upaya kami, membuka kerja sama lagi dengan Saudi Fund, karena terakhir kami lakukan kerja sama sudah lama sekali, yaitu pada 1986 untuk proyek jalan tol Padalarang-Cileuyi dan pabrik pupuk serta pabrik gula. Padahal kerja sama tersebut sangat berguna dan dapat dirasakan dalam long lasting (jangka panjang) hasilnya," jelas Menteri PPN/Kepala BappenasArmida S Alisjahbana Menteri PPN/Kepala Bappenas, saat ditemui wartawan, di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin, (10/5/2010).

Armida menyebutkan, adapun keempat proyek yang akan dibahas pada Juni mendatang antara lain, pembangunan fakultas matematika dan IPA (MIPA) dan fakultas kedokteran hewan di Universitas Syahkuala Aceh, senilai USD35 juta. Proyek sanitasi tahap I, senilai USD100 juta, pembangunan berbasis pada masyarakat senilai USD30 juta, serta infrastruktur air mentah di Bandar Lampung sebesar USD24,3 juta.

"Ini tanpa komitmen fee dan unpight tight (tidak mengikat)," ujarnya.

Seperti diketahui, pada 5-6 Mei lalu, Armida telah bertemu dengan Vice Cermain and Managing Director SFD Yousef Ibrahim Al-Bassam, terkait upaya membuka kembali dan memperkuat kerja sama pembangunan antara pemerintah Indonesia dan SFD.

"Kami menjelaskan mengenai RPJMM (rencana pembangunan jangka menengah nasional) 2010-2014 dan pendidikan yang diprioritaskan pemerintah," ujarnya.

Menurutnya, SFD bersama dengan negara Islamic Development Bank (IDB), siap mendukung pembangunan di Indonesia melalui mekanisme bantuan dana refinancing. "Oleh karena itu, pemerintah Indonesia di sarankan untuk melakukan pendekatan untuk dengan Kuwait Fund dan Abudabi Fund," imbuhnya.

Sementara untuk pembangunan infrastruktur, Armida mengatakan telah menyampaikan skema public private partnership (PPP) kepada SFB.

(css)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini