Rupiah Siap-Siap Melemah Lagi

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2010 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2010 05 18 278 333614 7Atc4Wmoim.jpg Foto: Corbis

JAKARTA - Sentimen negatif yang mewarnai pasar modal Indonesia, tampaknya masih akan terus menekan nilai tukar rupiah.

"Sekarang inikan pasar seperti kehilangan panutan, dengan perginya Sri Mulyani. Sementara faktor eksternal, yakni Yunani terus bergolak dan masih menimbulkan was-was," jelas Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono kepada okezone, di Jakarta, Selasa (18/5/20010).

Alhasil, Tony menuturkan jika rupiah bakal kembali melemah pada hari ini. "Saya pikir rupiah masih akan melemah lagi. Melemahnya euro, dan sebaliknya menguatnya USD, serta pelemahan IHSG merupakan hal-hal yang bisa memperlemah rupiah," jelasnya.

Sementara nilai tukar euro terhadap dolar Amerika,  berlanjut tertekan ke level terendah selama 18 bulan dan bursa saham global kembali turun tajam di akhir minggu kemarin, karena berkembang kekhawatiran bahwa rencana pengetatan fiskal di sejumlah negara Eropa, untuk menekan defisit, akan menghambat langkah pemulihan ekonomi. Pada perdagangan Jumat pekan lalu, euro tertekan hingga ke level terendahnya sejak Oktober 2008, di euro 1.2359.

Penasihat Ekonomi Gedung Putih Paul Volcker menyatakan, concern-nya bahwa rescue plan tidak akan banyak memberikan pengaruh pada confidence di Eropa dan menurutnya concern terhadap defisit akan menekan euro.

Namun, ia menduga angka pelemahan tersebut tidak besar. Karena rupiah pada dasarnya sudah mulai menemukan ekuilibriumnya di kisaran Rp9.000-9.300.

"Jadi, paling-paling hanya melemah sedikit ke Rp9.160. Kedepannya, rupiah masih berpeluang kembali ke Rp9.100, asalkan kita sudah memiliki Menkeu baru yg dapat diterima pasar," tukas dia.

Sebelumnya, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah kemarin, Senin (17/5/2010), ditutup di level Rp9.145 per USD, atau melemah dari perdagangan akhir pekan lalu di level Rp9.049 per USD.

(css)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini