Air Mata Warnai Pidato Terakhir Sri Mulyani

Andina Meryani, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2010 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2010 05 20 20 334804 hGoXSgmdmK.jpg Sri Mulyani. Foto: Koran SI

JAKARTA - Acara serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan antara Sri Mulyani Indrawati kepada Agus Martowardojo kembali diiringi dengan air mata yang keluar dari Sri Mulyani.

Awalnya, Sri Mulyani mengucapkan terimakasihnya untuk keluarganya, yakni suami dan anak-anaknya.

"Terakhir saya ingin menyampaikan keberhasilan saya tidak lepas dari peran suami, Tony Sumartono," ucap Sri Mulyani yang langsung berhenti berkata, dan meneteskan air mata, di Gedung Kemenkeu, di Jakarta, Kamis (20/5/2010).

Sesaat kemudian, dia melanjutkan kalimatnya yang sempat terputus. "Suami saya dan anak-anak saya adalah aset-aset yang tidak terkira dalam menjalankan semua tugas-tugas, saya ingin menyampaikan terima kasih ayah (panggilan Tony, suami Sri Mulyani)," lanjutnya sambil mulai menangis.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya di Kemenkeu, para keluarga. Media adalah salah satu partner yang terbaik sebagai kontrol mengingatkan saya untuk berbuat yang makin baik. Terima kasih kepada media, saya benar-benar berharap Anda bisa memahami posisi saya. Saya berterima kasih semoga apa yang kita lakukan yang terbaik bagi bangsa negara kita semua," ungkap Sri Mulyani yangt di sambut dengan deru tangis hadirin para pejabat di lingkungan Kemenkeu yang datang karena terharu sambil bertepuk tangan.

Walau dalam keadaan yang demikian syahdu, Sri Mulyani juga masih sempat sedikit bercanda.

"Saya boleh menangis karena sudah bukan menkeu. Pak Agus, kalau jadi Menkeu tidak boleh nangis, nanti rupiah bergoncang. Kalau saya ini ekspresi kelegaan. Saya pamit," tambahnya.

Dia juga menegaskan jika komitmen dirinya kepada Indonesia tidak akan berkurang sedikit pun. Dia juga mengaku memiliki kepedulian yang sangat besar kepada Kementerian Keuangan.

"Saya mohon maaf, maaf saya kepada seluruh jajaran keuangan, banyak ketidaksempurnaan dalam hubungan secara pribadi dan institusional," tukas sang Srikandi.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini