China Desak AS Kurangi Defisit

Achmad Senoadi, Jurnalis · Jum'at 21 Mei 2010 07:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 05 21 213 334891 Hq5bWYwpLa.jpg Ilustrasi

BEIJING - China mendesak Amerika Serikat (AS) agar disiplin mengelola keuangan negaranya. Beijing menyatakan kekhawatirannya atas risiko krisis utang Eropa akan menyebar hingga ke AS.

Kritik pedas ini diucapkan Asisten Menteri Keuangan China Zhu Guangyao menjelang pertemuan Pemerintah AS dan Negeri Panda pekan depan. Pertemuan China-AS tersebut bertema “Dialog Strategi dan Ekonomi”.

Dalam pertemuan tersebut, AS diprediksi akan menekan Beijing untuk segera melepas pegatas nilai tukar yuan. "Kita telah menekankan bahwa Presiden AS Barack Obama dan Menteri Keuangan Timothy Geithner untuk memberikan perhatian besar terhadap masalah besarnya defisit fiskal AS," kata dia.

"Kami berharap defisit fiskal AS turun sehingga proporsional dengan produk domestik bruto (PDB), seiring pemulihan ekonomi dan bisa mencapai level yang berkelanjutan," tambah dia.

Zhu mengungkapkan,masalah defisit AS saat ini jadi perhatian utama China. "Tantangan krisis utang luar negeri Eropa bukan hanya terjadi pada negara-negara anggotanya seperti Yunani.Faktanya, ini merupakan tantangan bagi kestabilan pasar keuangan internasional secara keseluruhan," ujarnya.

Akhir 2009 defisit anggaran belanja AS mencapai USD1,4 triliun atau sekitar 10 persen dari PDB. Tahun ini Gedung Putih menargetkan defisit anggaran belanja AS mencapai USD1,6 triliun.

Zhu memaparkan,Wakil Perdana Menteri China Wang Qishan, salah satu pengambil kebijakan ekonomi utama di Negeri Panda, telah beberapa kali bertukar pikiran dengan Geithner seputar utang AS.Wang dan Geithner akan menjadi pemimpin masing-masing negara dalam dialog ekonomi China- AS pada Senin dan Selasa (24-25) Mei nanti.

Menurut Zhu, China ingin meningkatkan koordinasi kebijakan ekonomi dengan AS. Langkah ini merupakan strategi kedua negara untuk mengantisipasi guncangan ekonomi global. Seperti negara-negara kelompok 20 (G-20), kerja sama China-AS akan memperkuat respons dunia terhadap krisis global. Saat ini China merupakan pemegang surat utang Pemerintah AS terbesar di dunia dengan jumlah USD895,2 miliar.

China menambah pembelian surat utang Pemerintah AS pada Maret lalu. Penambahan ini merupakan pertama kali dalam tujuh bulan terakhir. Tahun lalu Perdana Menteri China Wen Jiabao secara resmi meminta Gedung Putih untuk melindungi investasinya di Obligasi Pemerintah AS.

Pemerintahan Obamadimintatidakmengeluarkan kebijakan yang bisa menurunkan nilai investasi Beijing.Atas desakan ini, Kementerian Keuangan AS menyatakan, Geithner akan berupaya menurunkan defisit. Namun, langkah ini baru akan dilakukan jika pemulihan ekonomi di AS sudah benar-benar aman.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini