nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iran Masih Berkomitmen Jalankan Proyek Pupuk

Sandra Karina, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2010 20:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2010 06 09 320 341334 XgS2xgtQdH.jpg Foto: Koran SI

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kemenperin Agus Tjahjana mengungkapkan bila Iran masih berkomitmen untuk menjalankan proyek kerja sama pembangunan pabrik pupuk di Iran melalui kerja sama dengan National Petrochemical Company of Iran (NPCI).

"Tinggal Indonesia yang melakukan langkah-langkah dalaam rangka merealisasikan proyek tersebut. Apakah Pusri atau Kementerian BUMN mau mengambil kesempatan itu. Yang memutuskan itu kan BUMN,” kata Agus, di Jakarta, Rabu (9/6/2010).

Menurutnya, hingga saat ini, Indonesia masih membutuhkan tambahan pasokan pupuk. “Ini merupakan kesempatan bagi kita, dan itu menjadi PR bagi Kementerian BUMN untuk memanfaatkannya. Kan lumayan, USD1 per MMBTU. Tapi, memutuskannya juga harus hati-hati karena ini menyangkut uang yang banyak, hampir USD500 juta,” ucapnya.

Agus menjelaskan, realisasi proyek tersebut masih terhambat masalah tenggat waktu. Pasalnya, lanjutnya, masih menyangkut kesepakatan terkait pembiayaan oleh bank mitra di Iran.

“Tapi, menunggu keputusan dari BUMN. Sementara itu, jika partner dalam kesepakatan itu keluar, Iran berhak menentukan apaakah mencari mitra dari Indonesia atau tidak,” imbuhnya.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Menteri BUMN Said Didu mengakui, pihaknya sudah menentukan sikap atas realisas proyek tersebut. Namun sayangnya, Said menolak untuk memberitahu sikap tersebut secara rinci.

“Sudah ada sikap, tapi informasi ini belum bisa dipublikasikan. Masih akan dibahas di tingkat pemerintah. Menunggu rapat Menteri dulu, setelah dibahas, baru bisa saya informasikan. Sebab, ini terkait hubungan antar pemerintah, kata Said Didu.

Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Dadang Kodri menjelaskan, proyek senilai USD450 juta ini, diantaranya akan melibatkan dana perbankan di Iran senilai USD150 juta dan lembaga keuangan lainnya. “Semuanya menunggu, terngantung dengan kondisi yang lain. Kita tunggu lah,” kata Dadang.

Menurutnya, kapasitas pabrik akan mencapai 3.500 ton per hari, dimana pembangunan pabriknyaa akan melibatkan tenaga ahli dari Indonesia dan Iran. “Dari sisi teknologi sudah tidak ada masaalah,” ucapnya.

Dadang menambahkan, pabrik pupuk urea dan ammonia akan dibangun di atas lahan empat hektar (ha) di kawasan Parseez, Bandar Assaluyeh, Iran Selatan.

Seperti diketahui, pada 11 November 2007 lalu, PT Pupuk Sriwajaya (Pusri, Indonesia) dengan Iran melalui NPCI Ltd dan Petrochemical Industries Investment Company (PIIC) membentuk perusahaan patungan yakni Hangeem Petrochemical Company (HPC).

(ade)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini