Yordania & Pusri Bangun Pabrik Pupuk NPK

Sandra Karina, Jurnalis · Sabtu 10 Juli 2010 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2010 07 10 213 351496 7PAWWrIRtk.jpg Foto: Corbis

JAKARTA - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) telah  meneken memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan tambang asal Yordania yakni Jordan Phosphates Mines Corp, untuk membangun empat hingga lima pabrik pupuk NPK di Indonesia yang masing-masingnya berkapasitas sebanyak 250 ribu-300 ribu ton per tahun. Pembangunan pabrik pupuk ini akan berupa proyek patungan (joint venture agreement/JVA).

CEO Jordan Phosphates Mines Corp Walid Kurdi mengatakan, pihaknya akan menyediakan bahan baku fosfat untuk keperluan membangun pabrik pupuk tersebut. Rencananya, kata dia, pembangunan pabrik pupuk tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Antara dua sampai tiga tahun mendatang diperkirakan produksinya akan mencapai lebih dari satu juta ton," kata Walid di  Jakarta, kemarin.

Direktur Utama Pusri Dadang Heru Qodri menyatakan,  pihaknya berharap Pusri akan menjadi pemilik mayoritas dari pabrik pupuk tersebut. “Pusri berniat menjadi pemilik 51 persen saham , walaupun soal kepemilikan masih akan dibahas di perundingan berikutnya,”ucapnya.

Dadang memproyeksikan, nilai investasi yang diperlukan untuk pembangunan satu pabrik yakni sekitar Rp600 miliar. "Semuanya tergantung pada gap kebutuhan nasional yang harus diisi," tuturnya.

Dadang menjelaskan, berdasarkan hasil studi pertama yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Pertanian (Kementan) yakni sekitar tujuh juta semen kebutuhan dalam negeri yang harus dipenuhi dalam beberapa tahun kedepan.

Dadang menambahkan, pihaknya menginginkan kontrak penyediaan bahan baku fosfat bisa berjalan untuk jangka panjang yakni sekitar selama 10-20 tahun.

“Enggak bisa jangka pendek tapi harus dikaitkan dengan harga formula fosfat, supaya tidak ada yang merasa disakiti, untuk harga fosfat sekarang tidak terlalu tinggi yakni USD400 sampai USD500 per ton,” tukasnya.

(css)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini