nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasar Murah Tak Mampu Kendalikan Harga Sembako

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2010 12:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 08 30 320 368048 I6AS78TOxn.jpg Ilustrasi

DEPOK - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Depok menilai program pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Depok tidak berpengaruh signifikan dalam menurunkan harga kebutuhan pokok. Meski mendukung program pasar murah, Kadin melihat kenaikan harga sembako masih tinggi dan ditengarai terdapat permainan spekulan.

Wakil Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Kota Depok Muhammad Fuad menuturkan kenaikan harga yang saat ini dirasakan masyarakat saat puasa dan menjelang Lebaran. Namun, kata Fuad, seharusnya pemerintah dapat memberikan peran yang cukup signifikan dalam mengendalikan harga dan barang yang  ada di pasaran.

“Ini adalah salah satu bukti dari pemerintah kewalahan dalam mengendalikan harga. Pasar murah yang dilakukan itu sudah wajar, tapi tidak menyelesaikan masalah, kalau harga terus naik, yang dirugikan pasti masyarakat bawah. Kalau hanya pasar murah itu sasarannya hanya bersifat sosial,” ujarnya kepada wartawan, di Depok, Senin (30/8/2010).

Fuad menyambut positif kegiatan pasar murah yang dapat membantu dan meningkatkan daya beli masyarakat miskin. Namun, kata Fuad, nyatanya hanya segelintir orang yang menerima dan tidak berpengaruh secara makro.

“Keadaan pasar diperburuk dengan adanya permainan spekulan  yang mempermainakan harga dan barang. kenaikan harga bagian dari efek suplay dan demand,” tegasnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Depok menggelar kegiatan pasar murah di 12 titik kepada ribuan pasar miskin dengan harga 30 persen lebih murah dari harga pasar. Paket yang ditawarkan terdiri dari tiga paket yaitu Paket I berupa beras lima kg dengan harga Rp25 ribu, paket II berupa satu liter minyak goreng, satu kg gula pasir, dan satu kg tepung terigu dengan harga Rp20 ribu dan Paket III berupa satu cup mentega, satu kg kacang tanah kupas, satu kaleng biskuit, dan satu botol sirup dengan harga Rp30 ribu.(adn)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini