Image

Sinarmas Bantu Pasokan Gas Industri Keramik

Sandra Karina, Jurnalis · Minggu 05 September 2010, 17:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 09 05 320 370338 QkyaIcR09R.jpg Foto: Corbis

JAKARTA - Lima perusahaan keramik yang tergabung dalam Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) yakni PT Colorobia Indonesia, PT Ika Maestro, PT Perkasa Primarindo, PT Primando Argatile, dan PT Keramik Indonesia Asosiasi Tbk (KIA Grup), menggandeng PT Asuransi Sinarmas untuk penerbitan jaminan pembayaran perjanjian jual beli pasokan gas industri sepanjang 2011-2012 kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Dengan adanya kerjasama tersebut, maka PGN akan mendapatkan kepastian pembayaran tagihan dari semua pelanggannya setiap bulan, apabila ada keterlambatan pembayaran tagihan maka PGN akan mencairkan jaminan pembayaran yang diterbitkan oleh PT Asuransi Sinarmas. Sehingga, PT Asuransi Sinarmas akan membayar setiap klaim yang diajukan oleh PGN. Dan nantinya, seluruh anggota ASAKI akan mendapatkan jaminan yang sama dari PT Asuransi Sinarmas.

Ketua Asaki Achmad Wijaya mengatakan, pada tahun ini, sektor industri keramik membutuhkan pasokan gas sebesar 54 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Dan untuk dua tahun ke depan, industri keramik memerlukan sekitar 68-75 juta mmscfd. Penambahan kebutuhan pasokan gas tersebut, menurutnya, dinilai cukup signfikan, karena mulai tahun depan akan ada tiga investor asing baru yang akan masuk ke Indonesia.

"Tapi untuk menambah pasokan gas itu memerlukan waktu sekitar setahun," kata Achmad di Jakarta, akhir pekan lalu.  

Achmad menjelaskan, sepanjang tahun ini, kebutuhan keseluruhan industri akan gas nasional adalah sebesar 468 mmscfd. Sedangkan pemerintah masih berhutang sekitar 100 mmscfd untuk industri keramik. “Jika proyek gas pemerintah yang ada di Chevron bisa dinegosiasikan dan dialirkan ke PGN setengahnya saja, itu sudah bisa mencukupi kebutuhan gas di sektor industri keramik,” ujarnya.

Pada saat ini, lanjutnya, kapasitas terpasang keramik nasional mencapai 277 meter kubik. Dengan adanya penambahan gas hingga 68-75 mmsfcd, kata Achmad, maka kapasitas terpasang akan bertambah, namun belum diketahui berapa besarannya. "Karena ada investor asing juga yang akan investasi di Indonesia, itu kan belum dihitung,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Keuangan PT Asuransi Sinarmas Nyoman Sudarta mengatakan, pelanggan PGN akan memperoleh pilihan yang lebih baik atas kewajiban menyerahkan jaminan pembayara,  karena PT Asuransi Sinarmas memberikan persyaratan penerbitan jaminan yang lebih ringan, misalnya biaya yang lebih murah, jaminan (collateral) yang lebih rendah dibandingkan dengan bank garansi, dan penerbitan proses yang lebih cepat. "Kami belum memutuskan preminya, kami masih harus menunggu kelengkapan data dari PGN," katanya.

Menurutnya, bank garansi meminta jaminan deposito sebesar 100 persen, sedangkan Sinarmas tidak.

“Jika deposito 100 persen diberikan maka yang terjadi yaitu perusahaan akan kekurangan modal kerja dan mengganggu produktivitas perusahaan,” jelasnya.

Kepala Departemen Penjualan PT PGN Rudi Atmoko memastikan akan memberikan pasokan gas bagi industri keramik sesuai dengan yang tertera di dalam kontak. "Kita punya kontrak dua tahun, sebisa mungkin kami akan tepati," kata Rudi.

(css)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini