Image

5 Investor Minati Aset Texmaco Senilai Rp30 T

Koran SI, Jurnalis · Senin 06 September 2010, 08:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2010 09 06 320 370395 ZXB4uFRCj1.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Ada sekitar 4-5 investor yang tertarik terhadap aset hak tagih Grup Texmaco yang dilelang PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Nilai aset tersebut sekitar Rp30 triliun.

“Ada sekitar empat atau lima investor yang sudah tanya-tanya aset hak tagih Grup Texmaco, baik investor lokal maupun asing. Mereka bergerak di sektor tekstil dan teknik,” kata Direktur Aset Manajemen PPA Andi Saddawero di Jakarta.

Texmaco merupakan induk usaha (holding) dari PT Bina Prima Perdana (BPP) yang bergerak di bidang tekstil dan PT Jaya Perkasa Engineering (JPE) yang bergerak di sektor teknik. PPA sudah melakukan lelang penjualan aset hak tagih Grup Texmaco pada awal Agustus 2010.

Sebelum dilakukan lelang, aset tersebut sudah direstrukturisasi dalam bentuk obligasi tukar (exchangable bond), yang diterbitkan BPP dan JPE yang mempunyai nilai tukar dan dijamin dengan seluruh aset BPP dan JPE,seperti penyertaan saham dan piutang kepada perusahaanperusahaan operasional di bawah Grup Texmaco.

Selain itu,denganpenyertaan saham Badan Penyehatan Perbankan Nasional (sekarang PPA) di dalam BPP sebesar 70 persen.Juga terdapat pinjaman langsung yang berasal dari pelaksanaan penjaminan BPPN atas letter of credit (L/C) yang diterbitkan PT Bank Negara Indonesia Tbk kepada PT Texmaco Jaya Tbk, PT Wastra Indah dan PT Polysindo Eka Perkasa Tbk (sekarang PT Asia Pacific Fibers Tbk).

Adapun,penawaran dan penyelesaian transaksi ditargetkan selesai 20 Oktober-18 November 2010. “Prosesnya memang panjang, namun kami berharap tahun ini selesai karena (masalah) ini sudah lama,”tutur Andi.

Sementara itu, untuk mempercepat pemulihan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) sakit, PPA berencana meminta tambahan dana untuk modal restrukturisasi dan revitalisasi tersebut.

“Ada rencana minta injeksi modal ke pemerintah karena dana yang sekarang tidak cukup,” ujar Sekretaris Perusahaan PPA Renny O Rorong.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini