Share

Zero Coupon Bond

Senin 06 Desember 2010 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2010 12 06 226 400462 f7il3jISh3.jpg Logo BEI. Foto: okezone

Sebagai surat utang layaknya obligasi selalu disertai dengan kupon bunga. Karena kupon bunga itulah  alat pemantik untuk menggugah minat beli investor agar bersedia menanamkan uangnya pada obligasi tersebut.

Ada beberapa variasi bunga yang ditawarkan dalam setiap penerbitan obligasi mulai dari yang bunga tetap (fixed rate), bunga mengambang (floating rate) dan kombinasi dari bunga tetap maupun mengambang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Biasanya kupon bunga itu dibayar tiga bulan sekali, atau ada juga yang membayar enam bulan sekali. Jadi misalnya perusahaan X menawarkan obligasi dengan masa jatuh tempo lima tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar sembilan persen selama satu tahun pertama dan bunga mengambang satu persen di atas rata-rata bunga deposito enam bank papan atas pada tahun ke dua dan seterusnya.

Maka investor yang membeli obligasi tersebut akan mendapatkan imbal hasil (return) sebesar sembilan persen pada satu tahun pertama. Selanjutnya pada tahun ke dua dan seterusnya, nilai return akan berubah-ubah sesuai dengan besaran rata-rata bunga deposito enam bank papan atas.

Namun, dalam kasus lain ada juga obligasi yang ditawarkan tanpa kewajiban membayar bunga sama sekali bagi penerbitnya (issuer). Penerbit obligasi hanya akan membayar pokok obligasi pada saat jatuh tempo. Obligasi seperti ini dikenal dengan sebutan obligasi tanpa bunga (zero coupon bond).

Pertanyaannya, apakah mungkin obligasi yang ditawarkan tanpa bunga itu bisa laku di pasar, bisa diserap investor? Dan dari mana investor bisa mendapatkan return dari investasi yang dilakukan terhadap jenis obligasi seperti ini?

Wajar saja jika muncul pertanyaan seperti itu. Investor yang membeli obligasi zero coupon bond memang tidak akan mendapatkan bunga sama sekali sampai jatuh tempo. Jika obligasi itu diterbitkan untuk masa 10 tahun misalnya, maka uang investor akan mengendap di sana selama masa tersebut, kecuali jika investor menjualnya kembali ke pasar.

Dapat disimak di sini, investor yang membeli obligasi tanpa bunga hanya akan menerima uangnya kembali pada saat jatuh tempo atau jika ia menjual obligasi itu di pasar. Kembali ke pertanyaan awal, dari mana investor dapat keuntungan jika investasi di zero coupon bond? Jangan salah, obligasi jenis ini juga akan memberikan keuntungan bagi bond holders.

Hanya saja keuntungannya tidak berupa bunga atau kupon obligasi, melainkan berupa cash yang akan dibayarkan di kemudian hari. Keuntungan investor bersumber dari selisih harga beli dengan harga jualnya.

Zero coupon bond selalu ditawarkan dengan harga diskon yang tinggi. Ketika membeli, investor akan membeli dengan harga diskon dan ketika jatuh tempo ia akan menerima pembayaran penuh. Gambarannya begini. Perusahaan ABC menerbitkan obligasi tanpa bunga sebesar Rp100 miliar dengan masa jatuh tempo 10 tahun. Obligasi ini dilepas pada harga 60 persen.

Dengan harga penawaran sebesar itu berarti investor yang membeli obligasi ABC tadi tidak perlu membayar senilai harga nominal 100 persen. Jika investor X misalnya akan membeli sebanyak Rp100 juta maka ia hanya membayar sebesar Rp60 juta.

Meski investor X tadi hanya membayar Rp60 juta, tapi pada saat jatuh tempo nanti ( 10 tahun kemudian) ia akan menerima pokok obligasi sebesar Rp 100 juta. Jadi dalam kurun 10 tahun, uang investor X tadi tumbuh sebesar 66,6 persen dari Rp60 juta menjadi Rp100 juta.

Dari kacamata investor, jelas zero coupon bond merupakan instrument investasi jangka panjang yang imbal hasillnya tidak bisa dipanen cepat satu tahun atau dua tahun. Jika investor membutuhkan dana tunai, jalan satu-satunya hanya menjual obligasi tersebut di pasar.

Harga zero coupon bond akan naik dari waktu ke waktu mendekati tanggal jatuh tempo. Disitulah keuntungan yang bisa dinikmati investor. Sedangkan bagi issuer atau penerbit, meskipun nilai obligasi yang ditawarkan mencapai Rp100 miliar, jika obligasi tanpa bunga tersebut terjual semua, maka perusahaan ABC hanya akan menerika dana tunai sebesar Rp60 miliar saja.

Tentu ini belum dipotong biaya-biaya dalam rangka penerbitan. Dari sisi issuer, obligasi tanpa bunga memiliki kelebihan bahwa perusahaan tidak dipusingkan dengan bunga yang harus dibayar tiga bulan sekali sebagaimana obligasi pada umumnya. Perusahaan hanya memikirkan agar saat jatuh tempo 10 tahun mendatang harus ada dana tunai Rp100 miliar untuk membayar pokok obligasi tersebut. (Tim BEI)

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini