Kesadaran Menabung Masyarakat Indonesia Kalah Jauh dari Negeri Jiran

Andina Meryani, Jurnalis · Senin 24 Januari 2011 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 24 320 417170 TnrugryWrV.jpg ilustrasi Foto: Koran SI

JAKARTA - Tak bisa dipungkiri bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk menggunakan jasa perbankan terutama kesadaraan untuk menabung masih sangat rendah dibandingkan dengan beberapa negara lainnya di dunia.

Berdasarkan data dari Bank Dunia 2010 yang di-share oleh Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah kepada okezone, Senin (24/1/2011), persentase simpanan masyarakat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sebesar 36,9 persen dengan jumlah rekening simpanan per 1.000 orang dewasa mencapai 504,7 rekening.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga terdekat Malaysia, angka tersebut masih sangat rendah dimana di negeri Jiran tersebut persentasenya bisa mencapai 105,5 persen dengan jumlah rekening per-1.000 orang dewasa mencapai 2.063,3 rekening.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Singapura, negara kita makin jauh tertinggal karena kesadaran menabung rakyat negeri Singa tersebut terbilang fantastis dengan persentase 280,9 persen dengan jumlah rekening per-1.000 orang dewasa sebanyak 2.236,3 rekening.

Sebagai salah satu negara ekonomi terkuat di Asia, kesadaran menabung rakyat Jepang juga terbilang tinggi dengan angka 146,2 persen dengan rekening per-1.000 orang dewasa mencapai 7.172,4 rekening. Sedangkan negeri Paman Sam sebagai negara adikuasa ternyata tidak terlalu memimpin untuk urusan simpanan di bank. Amerika Serikat hanya memiliki 2.021,9 rekening per 1.000 orang dewasa disana dengan persentase simpanan terhadap GDP hanya sebesar 43,9 persen.

Selain memiliki kesadaran yang rendah untuk menabung, masyarakat Indonesia juga rupanya masih enggan untuk meminta kucuran kredit baik untuk usaha maupun konsumsi. Dari data statistik yang sama diketahui bahwa persentase kredit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sebesar 26,9 persen. Sementara itu, di Malaysia permintaan kredit bisa mencapai 113,2 persen dan di Singapura jauh lebih tinggi dengan permintaan mencapai 213,4 persen.

Di negeri Sakura Jepang pun bisa bisa dibilang tinggi dengan persentase kredit sebesar 85,1 persen terhadap GDP. Sementara di negeri Presiden Barack Obama, persentase kredit masih di bawah 50 persen atau tepatnya 44,8 persen.

"Statistik ini mengukur seberapa jauh fungsi bank sudah dimanfaatkan publik baik itu untuk simpanan maupun kredit," ujar Difi

Selain dilihat dari kesadaran menabung dan permintaan kredit, nyatanya di Indonesia peranan bank pun masih dirasa minim. Dengan rasio per-1.000 orang dewasa, jumlah kantor cabang bank yang melayani masyarakat hanya sebesar 7,7 kantor cabang.

Di Malaysia, dengan rasio yang sama jumlahnya bisa mencapai 11,4 kantor cabang dan di Singapura bisa mencapai 10,5 kantor cabang. Sedangkan di Jepang, jumlahnya mencapai 12,5 kantor cabang dan di Amerika jauh lebih tinggi yaitu mencapai 36,3 kantor cabang bank yang melayani per 1.000 orang dewasa, "Kita dapat melihat bahwa dibandingkan negara lain, penggunaan bank di Indonesia masih tertinggal," tandasnya.(adn)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini