Jamsostek investasikan Rp115 triliun di 2011

Erichson Sihotang , Jurnalis · Selasa 25 Januari 2011 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 25 320 417808 nTl2FP2tnY.jpg Ilustrasi

JAKARTA - PT Jamsostek menargetkan dana investasi sebesar Rp115 triliun untuk 2011. Dana tersebut meningkat dibandingkan dana investasi 2010 sebesar Rp98 triliun.

"20 persen-22 persen diantaranya akan dialokasikan untuk saham," kata Direktur investasi Jamsostek Elvyn G Masasya di sela-sela acara Seminar format ideal investasi dana jaminan sosial di Jakarta, Selasa (25/1/2011).

Dari Rp115 triliun dana investasi yang ditetapkan, sebesar 20 persen-22 persen akan dialokasikan untuk saham, sementara itu yang paling besar dialokasikan untuk obligasi sebesar 44 persen-48 persen, kemudian deposito 28 persen-31 persen, Reksadana 4 persen-8 persen dan sisanya untuk di operasikan untuk properti.

"Tahun ini kita fokus untuk investasi di obligasi, saham lalu di penyertaan di jamsostek incorporated. Kalau investasi termasuk ke saham-saham, kita maintain di 20-22 persen termasuk membeli saham-saham IPO dari total portofolio kita seperti untuk Garuda lalu Mandiri," ujar dia.

Rencana investasi tersebut, kata dia, akan digunakan untuk membangun health provider, klinik-klinik dan jamsostek investment company, serta beberapa property di Jakarta. Jamsostek incorporate sendiri merupakan virtual holding yang di dalamnya akan terdiri dari tujuh subsidieries dan dua diantaranya adalah investmen company dan health provider.

"Selain itu akan mengembangkan property office building karena kita memiliki lahan yang akan dikembangkan, nilai investasi sekitar Rp500 miliar," kata dia.

Pengembangan propery tersebut disebutkan untuk memanfaarkan lahan yang dimiliki Jamsostek sehingga dapat lebih produktif dengan membangun office building yang akan disewakan kemudian. "Kita sudah punya lahannya ketimbang lahan kosong lebih baik diproduktifkan, kita membangun properti itu di atas yang kita miliki," tambah dia.

Dia mengharapkan dari sektor property tersebut akan diperoleh hasil lebih tinggi dibanding deposito berjangka. "kalau properti itu kan ada capital gain kalau sekian tahun makin lama makin tinggi," ujarnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini