Share

China Geser Jepang Jadi Kekuatan Ekonomi Nomor 2 Dunia

Andina Meryani, Jurnalis · Senin 14 Februari 2011 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 14 213 424529 n40Y7XCtVP.jpg ilustrasi Foto: Corbis

TOKYO - Setelah lebih dari 42 tahun menyandang predikat sebagai kekuatan ekonomi dunia nomor dua di dunia, akhirnya Jepang harus rela menyerahkan posisinya kepada China atas pencapaian pertumbuhan ekonomi negeri Panda tersebut di 2010.

Data perekonomian di kuartal IV-2010 lalu menunjukkan kontraksi yang disebabkan oleh lemahnya daya beli konsumen, serta penguatan mata uang Yen. Selain itu, perekonomian Jepang juga dibebani oleh deflasi, permintaan domestik yang melambat, dan tekanan utang negara industri terbesar ini.

"Sulit bagi ekonomi Jepang yang terlanda deflasi untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Kepala Ekonom Monex Securities Naoki Murakami sebagaimana dikutip dari AFP, Senin (14/2/2011).

Sementara itu, kontras dengan kondisi di Jepang, kondisi di China justru semakin mencerminkan pergeseran kekuatan ekonomi di negara yang dulunya merupakan negara komunis yang identik dengan kemiskinan menjadi negara yang diperhitungkan kekuatan ekonominya di dunia.

Meskipun China telah resmi menggeser posisi Jepang, namun Dana Moneter Internasional (IMF) tetap menempatkan Jepang berada di atas negeri tirai bambu tersebut sekira 10 kali lipat dengan perhitungan basis per kapita.

PDB Jepang turun 1,1 persen (year on year/yoy) pada periode Oktober-Desember 2010 akibat berakhirnya subsidi untuk penjualan mobil. Selain itu, naiknya pajak tembakau juga membuat industri rokok mengalami penurunan ekspor.

Ekonomi Jepang sendiri selama 2010 mengalami pertumbuhan sebesar 3,9 persen. Tapi angka itu masih jauh dari China yang merupakan negara dunia ketiga yang mengalami pertumbuhan terbesar.

Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Jepang yang di 2010 hanya sebesar 3,9 persen disebabkan karena melemahnya belanja konsumen dan permintaan.

Nilai PDB Jepang PDB USD5,474 triliun, dan itu membuatnya ada di belakang China yang PDB-nya mencapai USD5,879 triliun.(adn)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini