"Indeks Saham Negara Lain Drop, IHSG Masih Positif"

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Rabu 23 Februari 2011 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 23 278 427921 N4FKGa7gWE.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Prospek pasar modal di Indonesia masih sangat baik lantaran potensinya yang masih besar, termasuk potensi tambahan emiten baru.

"Prospek pasar modal di indonesia sangat baik, kita optimis ke depan masih bisa dioptimalkan, potensi sudah ada. Secara mature produksi kita juga meningkat. Jumlah emiten masih sedikit di bursa, masih banyak potensi emiten. Terlihat grafik meningkat dari 2008-2010. Di saat capital market di negara lain drop, di negara kita masih positif," jelas tutur Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah di Kampus UI, Depok, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Potensi ini, lanjutnya sangat besar dibandingkan dengan negara tetangga yang sudah pasar modalnya sudah mentok, misalnya Malaysia dan Singapura. "Coba kita lihat Malaysia dan Singapura, negaranya masih sempit. Apalagi yang bisa dikembangkan," imbuhnya.

Terkait potensi penambahan emiten dari perusahaan pelat merah alias BUMN, dia berkomentar memang BUMN harus hati-hati menyikapi IPO. Menurutnya, hanya BUMN yang mengejar profit yang layak masuk pasar modal.

"Intinya, BUMN harus hati-hati bukan hanya bisnis dan performance tapi juga pelayanan public dan bisa meyakinkan DPR. BUMN yang masuk bursa efek sejauh pemerintah bisa meyakinkan kepada masyarakat untuk tidak menganggu pelayanan publik. BUMN kan macam-macam karakternya, ada yang hanya profit, ada juga yang pelayanan publik seperti PTKA. Yang orientasinya profit, sayang kalau tidak gabung di bursa efek," tukasnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini