Akhir Pekan, IHSG Bakal "Nyaman" di Zona Merah

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis · Jum'at 25 Februari 2011 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 25 278 428665 d43PBIMsrO.jpg Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/okezone

JAKARTA - Menjelang akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan terseret arus negatif akibat sentimen negatif bursa regional maupun global.

"IHSG pada perdagangan kali ini, masih terpengaruh oleh sentimen negatif regional dan global dan berada di kisaran support 3.409 dan resistance 3.479," ungkap analis pasar modal Edwin Sinaga, kala dihubungi okezone, Jumat (25/2/2011).

Edwin menjelaskan, faktor regional membuat IHSG mengalami pelemahan, karena dengan adanya konflik yang sampai sekarang masih berkecamuk di Timur Tengah menimbulkan sentimen negatif di berbagai bursa di dunia, termasuk Indonesia.

"Sebenarnya kalau di regional baik, maka IHSG kita akan mengalami penguatan kembali, karena untuk saat ini, faktor dalam negeri belum terlalu berpengaruh banyak terhadap pergerakan IHSG," tandasnya.

Di sisi lain, dia menambahkan ada hal yang harus diperhatikan yakni masalah inflasi dan suku bunga yang naik, yang mengakibatkan "ketidaknyamanan" dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara Analis Pasar Modal PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan bila IHSG secara teknikal masih bergerak dalam pola konsolidasi akibat meroketnya harga minyak mentah dunia.

Sehingga dikhawatirkan akan mendorong naiknya harga komoditas lain termasuk mengguncang ketahanan pangan. Hal ini disambut negatif oleh bursa regional beberapa hari terakhir. "Hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak melemah terbatas. Kisaran support-resistance 3.413-3.3456," ungkap Purwoko.

Seperti diketahui, IHSG, Kamis 24 Februari sore ditutup ambles 34,99 poin atau 1,01 persen ke 3.439,13. Indeks LQ45 turun 8,57 poin ke 607,57 dan Jakarta Islamic Index (JII) pun melemah 7,51 poin atau 490,42.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini