nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Tindakan Pemerintah untuk Dorong Ekonomi RI

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 23 Maret 2011 17:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 03 23 20 438114 bCr7CVJfRn.jpg Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA - Guna mendorong perekonomian Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) merekomendasikan lima tindakan pemerintah dan otoritas moneter.

Sekjen BPP Hipmi, M Ridwan Mustofa menjelaskan ada lima tindakan yang harus dilakukan pemerintah Indonesia dan otoritas moneter yakni Bank Indonesia (BI) guna meajukan perekonomian dan investasi di Indoensia.

Pertama, perlu segera mengenjot investasi China ke Indonesia sebagai barter atas derasnya produk China ke Indonesia. "China sebaiknya ditawari pembiayaan jangka panjang seperti infrastuktur dan manufaktur," ujar Ridwan di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (23/3/2011).

Kedua, perlu adanya insentif yang memadai bagi industri-industri yang direalokasi dari China ke Indonesia. "Sebab saat ini ada tren biaya produksi dan SDM di China mulai naik. Akibatnya sejumlah Industru sudah dan sedang direlokasi ke Indonesia," paparnya.

Ketiga, dibutuhkan ketegasan akan Indikasi kartel bunga kredit bank-bank besar harus oleh pemerintah dan BI. "Meski belum cukup bukti, namun faktanya suku bunga pinjaman bagi dunia usaha masih terlalu tinggi utamanya untuk pelaku UKM," jelas Ridwan.

Keempat, meskipun jumlah perbankan sangat banyak, yakni lebih dari 100, namun jumlah yang banyak itu tidak membuahkan kompetisi pada tingkat produk pinjaman. "Persaingan hanya terjadi pada simpanan, minimnya persaingan ini membuat dunia usaha tidak memperoleh bunga kredit yang kompetitif," kata dia.

Terakhir, Hipmi mendesak agar pemerintah menggunakan BUMN-nya untuk menggenjot pembangunan. Dengan aset BUMN yang mencapai Rp2.000 triliun, Hipmi prihatin belanja modalnya (capex) hanya mencapai Rp300 triliun.

"Guna mencapai pertumbuhan yang lebih akseleratif Hipmi mengusulkan agar capex BUMN ditargetkan Rp.1000 triliun per tahunnya," tandasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini