JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Indonesia (Aperlindo) John Manopo mengatakan, total konsumsi lampu yang dibutuhkan pada tahun ini yakni 260 juta unit, atau melonjak 30 persen dari tahun sebelumnya yang sekitar 200 juta unit.
Peningkatan itu disebabkan oleh kebijakan PLN yang menggratiskan penambahan daya, namun sayangnya dari kebutuhan itu, pasokan lampu dari dalam negeri tahun ini maksimal hanya mampu memenuhi 50 juta unit, sementara sisanya banyak diimpor dari China.
“Kalau melihat kapasitas yang dimiliki itu bisa mencapai 200 juta unit. Dengan perkiraan kebutuhan 200 juta, 160 juta unit diantaranya diimpor dari China, sementara produk dalam negeri hanya kebagian 40 juta,”kata John saat dihubungi di Jakarta, Minggu (27/3/2011).
Lebih lanjut, John mengatakan, pemberlakuan bea masuk sebesar 0% sejak implementasi ACFTA, maka otomatis tidak ada lagi barrier (hambatan) bagi produk asal China untuk masuk.
“Ironisnya, komponen-komponen buat lampu dalam negeri malah dikenakan tarif bea masuk lima persen. Selain itu, murahnya barang dari China juga tidak terlepas dari produksi secara massal yang dilakukan oleh mereka dan 80% (lampu dunia) itu di pasok dari China, termasuk ke Amerika,” tutur John.
John menambahkan, pihaknya berharap pemerintah dapat lebih serius untuk membela industri nasional. Misalnya, kata John, dengan mengutamakan penggunaan produk lokal. “Seharusnya pemerintah banyak menggunakan produk dalam negeri. Hal tersebut dapat meningkatkan industri dalam negeri,”tutup John.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.