24% Masyarakat Kelas Menengah Sisihkan Penghasilan

Yuni Astutik, Jurnalis · Jum'at 01 April 2011 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 31 320 441106 LvlGoPFR6S.jpg Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA - Masyarakat kelas menengah Indonesia yang berjumlah lebih dari satu juta orang hanya 24 persen yang dapat menyisihkan 20 dari penghasilan bulanannya. Bahkan 12 persen mengaku tidak menyisakan penghasilannya untuk ditabung.

Rendahnya financial literacy masyarakat ini berdampak kepada kesadaran masyarakat untuk mengatur keuangan bulanan dan berdisiplin dalam menjalankannya.

"Rendahnya financial literacy masyarakat Indonesia membuat mereka tidak menyadari pentingnya perencanaan keuangan sejak dini,” ungkap pakar perencana keuangan independen, Prita Ghozie seperti dalam siaran persnya kepada okezone, Jumat(1/4/2011).

Dituturkannya, masyarakat yang khususnya tinggal di perkotaan, dihadapkan pada berbagai pilihan gaya hidup yang mendorong perilaku konsumtif. Hal ini menyebabkan mereka sulit menabung apalagi berinvestasi meskipun mereka menyadari bahwa mereka memiliki kebutuhan finansial di masa datang.

"Mungkin ada sebagian dari mereka yang telah menyadari pentingnya perencanaan keuangan, namun hal ini tidak diiringi dengan implementasi dari rencana keuangan itu sendiri," tuturnya.

Dengan adanya permasalahan tersebut, HSBC sebagai salah satu bank swasta terbesar mengeluarkan fitur baru yang disebut Cash Manager. Fitur tersebut membantu nasabah mengatur keuangannya secara otomatis dan memudahkan nasabah HSBC mengatur keuangan bulanan mereka dan berdisiplin menabung.

"Fitur pengaturan keuangan otomatis pertama di Indonesia ini diluncurkan HSBC untuk melengkapi proposisi HSBC Advance yang ditujukan untuk konsumen segmen menengah di Indonesia," ungkap Retail Banking Director, HSBC Indonesia Wawan Salum.

Melalui fitur Cash Manager, nasabah dimudahkan dengan pengaturan/alokasi keuangan otomatis melalui pos-pos keuangan yang dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan bulanan nasabah.

Fitur ini diberikan secara cuma-cuma untuk nasabah HSBC Advance. Dengan otomatisasi pengaturan keuangan, nasabah HSBC Advance akan dimudahkan untuk berdisiplin mengatur keuangannya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini