nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peternak Sapi Jatim Sesalkan Langkah Tergesa Pemerintah

Ade Hapsari Lestarini , Jurnalis · Jum'at 08 April 2011 17:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 04 08 320 444010 I33aUJiKtT.jpg Ilustrasi. Foto: okezone

JAKARTA - Forum Peternak Sapi Jawa Timur kecewa dengan langkah tergesa-gesa pemerintah yang menaikkan kuota impor daging sapi dari 50 ribu ton menjadi 72 ribu ton pada 2011.

Kebijakan pemerintah ini akan berdampak serius  terhadap kelangsungan peternakan sapi lokal dengan menurunnya harga pembelian daging sapi lokal.

“Kami sangat kecewa dengan kebijakan pemerintah yang sangat tidak berpihak peternak sapi lokal. Pemerintah lebih mementingkan kepentingan jangka pendek demi stabilisasi harga daging dengan mengorbankan peternak lokal,” ujar Ketua Forum Peternak Sapi Jawa Timur, Budi Agustomo dalam siaran persnya kepada okezone, Jumat (8/4/2011).

Tambahan 22 ribu ton daging sapi impor tersebut setara dengan 120-an ribu sapi. Indonesia kehilangan potensi industri peternakan senilai Rp293 miliar dengan langkah impor tersebut yang seharusnya bisa diserap industri peternakan sapi nasional.

Setiap tahun nilai industri peternakan sapi sebesar Rp4,8 triliun sangat disayangkan jika potensi sebesar itu diserap industri negara lain. Naiknya kuota daging impor akan sangat menekan harga sapi potong di tingkat peternak lokal karena margin harga daging impor dan daging lokal sangat besar sehingga mau tidak mau peternak lokal menjual harga sapi di bawah harga ekonomisnya.

“Harga daging sapi segar impor lebih murah sekira Rp40 ribu/kg sampai Rp46 ribu/kg, sedangkan harga sapi dari peternak lokal sekira Rp55 ribu/kg sampai Rp60 ribu/kg. Sehingga, dengan perbedaan harga yang cukup tinggi itu, maka peternak sapi lokal pun mengalami kerugian yang cukup besar," tambah Budi.

Saat ini, Jawa Timur merupakan sentra penghasil sapi potong terbesar di tanah air dan menyumbang 20 persen produksi sapi potong nasional. Berdasarkan data Dinas Peternakan  Propinsi Jawa Timur, peternak sapi di Jatim mampu memproduksi 136 ribu ton daging sapi per tahun.

Sedangkan kebutuhan Jawa Timur 55 ribu ton per tahun sehingga ada kelebihan 81 ribu ton yang dijual ke luar daerah seperti Jawa Barat, Jakarta, Banten.

Dosen dan Doktor Ilmu Agribisnis dan Kebijakan  Fakultas Peternakan Unpad, Rochadi Tawaf, menyarankan agar kementerian Pertanian fokus membenahi industri peternakan sapi lokal dengan upaya agar peternak dapat mengakses Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), kredit usaha rakyat, ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun, menjaga agar harga daging tetap kondusif melalui pencegahan impor produk daging ilegal.

Kemudian kebijakan perlindungan bagi peternak kecil dan pelaku usaha pada. Menurut dia, pentingnya menjaga harga daging yang kondusif, didasarkan atas hasil kajian, bahwa harga daging memberikan pengaruh sebesar 38 persen terhadap pertumbuhan populasi ternak sapi.

Dengan sektor peternakan sapi lokal yang kuat maka akan diperoleh sejumlah keuntungan antara lain penyerapan tambahan tenaga kerja baru, penghematan devisa negara, optimalisasi pemanfaatan potensi ternak sapi lokal dibandingkan dengan impor daging yang tidak memiliki nilai tambah ekonomi dan menciptakan ketergantungan daging dari negara lain.

(ade)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini