nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Produksi Mandek, Honda Janji Tidak Rumahkan Karyawannya

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis · Sabtu 09 April 2011 14:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 04 09 213 444172 R4TtM6c4Cb.jpg Logo Honda

WASHINGTON - American Honda Motor Company, Inc berjanji tidak merumahkan karyawannya, meskipun akan ada kerugian besar akibat berhentinya produksi selama beberapa hari karena keterlambatan pengiriman suku cadang.

Honda mengatakan keterlambatan produksi ini terjadi dikarenakan kekurangan suku cadang. Hal ini masih akan terjadi selama sepekan kedepan, kendati demikian Honda tetap berupaya agar total produksinya dapat kembali normal.

Namun demikian Honda mengatakan tidak akan memotong jumlah karyawannya untuk melakukan penghematan. "Honda tidak akan melakukan PHK di salah satu fasilitasnya (Amerika)," ungkap perusahaan tersebut dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/4/2011).

Sementara produsen mobil lainnya yang juga dari Jepang, Toyota, terpaksa menghentikan produksi selama kurang lebih lima hari hingga beberapa pekan ke depan.

"Produksi Kami memang melambat. Hal itu dilakukan untuk penghematan, namun kita tetap menjaga produksi sebanyak mungkin," ungkap Direktur Toyota Amerika Utara, Steve St Angelo.

Adapun keterlambatan ini adalah imbas adanya gempa bumi dengan kekuatan 8,8 SR menghamtam Jepang. Akibat gempa yang berkuatan dahsyat ini menyebabkan bencana tsunami setinggi 6 meter Honshu. Kerusakan parah juga terlihat dilokasi yang diterjang gempa.

Di Indonesia sendiri beberapa perusahaan besar di sektor elektronika dan automotif, harus menghentikan produksinya. Selain itu, menteri Perindustrian MS Hidayat menambahkan investasi langsung dari Jepang ke Indonesia juga terhambat.

“Sebelah utara Tokyo itu ada kawasan industri terutama automotif dan elektronik, mereka sudah tidak berfungsi. Jadwal atau program Foreign Direct Investment atau investasi langsung dari Jepang ke Indonesia menjadi terhambat. Hal ini terutama akan menjadi gangguan dalam kerjasama swasta Indonesia dengan Jepang terutama di sektor elektronika dan automotif yang komponennya belum diproduksi di Indonesia yang membutuhkan suplai dari Jepang,” papar Hidayat beberapa pekan lalu.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini