Pemerintah Isyaratkan Hapus Dividen Interim

J Erna, Jurnalis · Jum'at 22 April 2011 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 22 320 448928 lp9ozpSrO7.jpg Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA - Pemerintah mengisyaratkan akan menghapus setoran dividen interim dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu dimaksudkan untuk membantu BUMN meningkatkan kinerjanya lantaran bisa mengalihkan setoran dividen interim guna mengembangkan ekspansi usahanya.

Sekretaris Menteri BUMN Mahmuddin Yasin mengatakan, pemegang saham 142 BUMN tersebut masih memperdalam pembahasan terkait porsi setoran dividen masing-masing sektor BUMN maupun rencana penghapusan dividen interim. “Tahun ini, belum dipastikan akan menarik dividen interim,” kata dia di Jakarta baru-baru ini.

Dia menjelaskan, pemerintah selama beberapa tahun terakhir ini menarik dividen interim dari sejumlah BUMN besar. Karena itu, pemerintah hingga saat ini masih akan memfinalkan kajian mengenai dividen interim tersebut.

Kendati demikian, dia berharap, penarikan setoran dividen interim dari sejumlah BUMN besar tidak lagi dilakukan agar BUMN yang biasanya mendapat jatah setoran dividen interim bisa mengalokasikan dananya untuk mengembangkan usahanya.

Sementara, sebagai kompensasinya, pemerintah akan mendapatkan tambahan pajak dari perusahaan pelat merah akibat kinerja keuangannya yang semakin baik.

“Ke depan diharapkan tidak lagi demikian (penarikan setoran dividen interim) supaya likuiditas lebih lentur dan perusahaan bisa lebih berkembang,” ujar dia.

Pemerintah pada tahun lalu menarik dividen interim dari BUMN besar sektor perbankan, telekomunikasi, semen, energi dan tambang guna menutup kekurangan setoran dividen BUMN.

Total dividen interim yang ditarik pemerintah dari sejumlah BUMN pada tahun lalu mencapai Rp2,25 triliun atau naik sekira 40,6 persen dibanding tahun sebelumnya senilai Rp1,6 triliun. Sebelumnya, dari target setoran dividen sebesar 29,5 triliun, sekira Rp4 triliun merupakan dividen interim.

Sementara itu, BUMN yang menyetor dividen interim pada tahun lalu adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebesar Rp566 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mencapai Rp526,16 miliar, Bank Mandiri senilai Rp412,4 miliar, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) Rp344,03 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar Rp247,24 miliar dan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) senilai Rp153,8 miliar.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini