Contoh China, Pemerintah Akan Terjun Langsung ke Perusahaan Tambang

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Sabtu 23 April 2011 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 23 320 449156 BR5Nf2240k.jpg Foto : Agus Martowardojo, Koran SI

JAKARTA - Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, mengungkapkan pemerintah Indonesia hendak mencontoh pemerintah China yang berhasil mengembalikan Hong Kong setelah 99 tahun ‘disewa’ Inggris. Hal ini diungkapkan Agus Marto terkait keinginan pemerintah Indonesia kembali memiliki PT Indonesia Alumunium (Inalum) saat kontraknya selesai dengan Nippon Asahan Alumunium (NAA) 2013.

 

Namun ketika ditanya kemungkinan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ikut mengelola Inalum, dia tidak membantah maupun menjawab secara tegas. Namun intinya, Indonesia harus mencontoh Pemerintah China yang mampu menguasai kembali Hong Kong.

 

“Masa hongkong yang ‘disewa’ Inggris selama 99 tahun bisa kembali ke China dengan selamat dan baik dan kemudian ekonominya juga kembali tumbuh, tapi di Indonesia terbatas sekali atau hampir tidak ada,Karena dalam sambutan Perdana Menteri Inggris ketika penyerahan Hong Kong bilang, kenapa dulu saya hanya 100 tahun (sewanya) bukan 1000 tahun," ungkap Agus di kantornya, jalan Wahidin Raya, Jakarta, akhir pekan ini. 

 

Saat ini, ungkap Agus keadaan Indonesia dapat disamakan dengan keadaan China saat itu. Menurut dia jika Inalum memang memberikan keuntungan pasti pihak Jepang ingin melakukan perpanjangan kontrak. "Jadi ini kita juga harus hati-hati,” jelas Agus.

 

Seperti diberitakan sebelumnya Agus Martowardojo menjelaskan pemerintah akan mengambil alih Inalum pada 2013 karena adanya indikasi kerugian yang terjadi. Agus Marto menuturkan selama 30 tahun dikelola NAA kondisi keuangan perusahaan tersebut terbilang mengecewakan. Karena itu pemerintah akhirnya memutuskan untuk menarik Inalum.

 

Selain itu, semangat pemerintah memperjuangkan kepentingan Indonesia yang lebih besar dari sektor tambang juga terlihat dari keinginan membeli tujuh persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Aksi korporasi tersebut merupakan upaya pemerintah untuk lebih memahami cara kerja perusahaan mineral ‘raksasa’ dan menjadikan tata kelola perusahan-perusahan mineral di Tanah Air menajdi lebih baik.

 

“Ini adalah langkah-langkah pemerintah agar lebih paham perusahaan mineral ‘raksasa’ dan kepentingan Indonesia terjaga. Kita kan tahu, bahwa Newmont kaya emas, dan harga emas sekarang tertinggi di beberapa periode terakhir ini. Jadi kami harus yakinkan bahwa dari manfaat yang diterima perusahaan, jangan sampai perusahaan tidak atau belum menjalankan (kewajiban) apa yang perlu dijalankan,” tutupnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini