Penyelidikan Mafia Pajak Terbentur "Uang Asing"

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Sabtu 07 Mei 2011 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 07 20 454433 XdyMI6qKrv.jpg Ilustrasi, Corbis

JAKARTA - Inspektorat Jendral (Irjen) Kementerian Keuangan Vincentius Sony Loho menungkapkan, sulitnya mengungkap mafia perpajakan Gayus tambunan CS disebabkan karena transaksi yang dilakukan menggunakan Mata uang Asing (Valas).

Sony Loho menjelaskan selain harus melihat keterlibatan pasti dari petugas pajak dengan Wajib Pajak, pihaknya juga harus membuktikan jika orang tersebut memang menerima uang. Kesulitannya, jelas Sony adalah ketika mereka bertransaksi dengan menggunakan Valuta Asing (valas).

"Kan harus membuktikan apa orang terlibat itu sengaja atau tidak, dia terima uang atau tidak, apalagi ngasih uangnya kan selama ini cash dan pake USD atau valas," papar Sony kala ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, jalan Wahidin Raya, Jakarta, malam tadi.

Selain itu, dia menungkapkan memang ada indikasi keterlibatan pejabat lebih tinggi, akan tetapi dalam menjalankan pemeriksaannya memang tidak mudah. 

"Indikasinya ada keterlibatan pejabat lebih tinggi, tapi membuktikannya tidak gampang, makanya ada KPK juga, kalau ada indikasi pidana maka kita serahkan ke KPK, karena orang-orang masih percaya ke KPK juga," jelas dia.

Dia melanjutkan, saat ini kasus mafia pajak tersebut sedang ditangani oleh Bareskrim beranggotakan 10 orang, sementara pihak Irjen sudah menarik personilnya, demikian juga halnya dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Yang masih jalan itu tim gabungan, Irjen Kemenkeu, BPKP dan KPK. Itu tim untuk kasus Gayus, tapi tidak terbatas hanya untuk kasus Gayus saja," tukasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini