nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arah Defisit Masih Simpang Siur

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 16 Mei 2011 15:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 05 16 20 457674 VAdnvIHhw3.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Kepala Pusat Kebijakan APBN Askolani mengungkapkan Kementerian Keuangan masih terus mengkaji perkembangan ekonomi makro untuk menentukan besar penambahan subsidi BBM dan listrik, termasuk arah defisit 2011.

Dia mengungkapkan jika kesemua itu nantinya diputuskan bersama DPR pada saat merivisi APBN 2011, yang juga sekaligus mengubah sebagian besar asumsi  makro yang selama ini dijadikan acuan.

“Kemungkinan banyak (asumsi makro 2011) yang berubah, tapi belum bisa disampaikan sekarang karena masih terus direview, termasuk arah defisit belum ada yang final,” ujar Askolani lewat pesan singkatnya di Jakarta, Senin (16/5/2011).

Askolani menambahkan, idealnya, rencana pembatasan penggunaan BBM bersubsidi dapat dilaksanakan pada tahun ini agar sejalan dengan rencana pengelolaan keuangan dan ekonomi di APBN. Kebijakan tersebut perlu segera dilakukan karena akan berdampak positif terhadap pembangunan ekonomi nasional, baik jangka pendek maupun menengah.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom UGM Anggito Abimanyu mengatakan, belum tentu defisit ikut membengkak. Anggito menilai jika perkembangan APBNP ke depan akan sangat tergantung pada efisiensi belanja pemerintah.

“Kalau (seandainya) defisit naik, ada Silpa (sisa lebih pelaksanaan anggaran) 2010. Ya melalui (mekanisme) APBNP 2011 tentunya,” ujar Anggito yang juga mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Sekedar informasi, pemerintah dalam APBN 2011 mengalokasikan anggaran sebesar Rp95,9 triliun untuk menyubsidi 38,6 juta kilo liter BBM. Kuota volume BBM bersubsidi tersebut berpotensi membengkak seiring dengan meningkatnya harga minyak mentah Indonesia (ICP).

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas mencatat dalam tiga bulan pertama tahun ini, total konsumsi pertamax dan pertamax plus hanya mencapai 24,83 juta liter. Padahal, penggunaan kedua jenis BBM nonsubsidi tersebut pada periode yang sama tahun lalu mencapai 39,83 juta liter.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini