nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RI Bisa Tambah Populasi Hewan Ternak

Yuni Astutik, Jurnalis · Sabtu 04 Juni 2011 10:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 06 03 320 464374 V7gJOAfGy9.jpg Ilustrasi. Foto: Koran SI

JAKARTA - Adanya larangan hewan ternak impor dari Australia bisa menjadi ajang bagi Indonesia dalam menambah populasi hewan ternak khususnya sapi.

"Perlu dicatat, ini bisa dijadikan bukti bahwa kita hendaknya meningkatkan populasi hewan ternak dalam negeri. Supaya tidak ketergantungan akan hewan impor dari Australia," ungkap Pemilik usaha Daging Olahan KIBIF, Juan Permata Adoe kepada okezone, Sabtu (4/6/2011).

Dijelaskannya, larangan impor tersebut memang dipastikan akan mengganggu pengusaha, baik itu pengusaha Australia maupun pengusaha untuk Indonesia sendiri.

"Larangan impor itu pasti ada yang terganggu. Untuk mengatasinya, jangka pendeknya Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang layak saja yang digunakan," terangnya.

Dirinya juga menyatakan jika pemerintah hendaknya membeberkan, mana saja RPH yang memenuhi syarat. Karena menurutnya, itu menjadi tanggung jawab pemerintah khususnya pemerintah daerah (pemda) tingkat I dan II.

"Dalam artian bisnis, bahwa pemerintah hendaknya mengantisipasi, caranya menyatakan RPH yang layak itu yang mana. Harus dilakukan penyempurnaan RPH bersama pemda," jelasnya.

"RPH sendiri kan kondisinya macam-macam. Sebagai pengusaha RPH, saya sudah membantu dengan cara memberikan alat untuk mempingsankan sapi, baru kemudian disembelih," pungkasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini