nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sapi Australia Disetop Berdampak Positif Bagi Peternak Lokal

Andina Meryani, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2011 08:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 06 08 320 465719 5WZPZ5ULyo.jpg ilustrasi Foto: Koran SI

JAKARTA - Ancaman penghentian ekspor ternak sapi Australia ke Indonesia semestinya dijadikan momentum untuk menumbuhkan semangat berswasembada daging bagi masyarakat.

Direktur Kampoeng Ternak Jejaring Dompet Dhuafa Noor Azis justru melihat rencana penghentian ekspor sapi oleh Pemerintah Australia sebagai peluang dan tantangan bagi masyarakat untuk lebih peduli pada peternakan terutama ternak sapi. Dengan demikian, hal ini justru bisa berdampak positif bagi para peternak sapi lokal di Indonesia.

"Karenanya, Kampoeng Ternak mendukung pemerintah untuk mengembangkan peternakan sapi sebagaimana dinyatakan oleh Menteri Perekonomian Hatta Rajasa," kata Azis dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Rabu (8/6/2011).

Untuk mendukung sikap ini, Kampoeng Ternak Jejaring Dompet Dhuafa telah menggulirkan program pengembangan ternak sapi yang kini sudah berjalan di Bima (NTB), Sulawesi Selatan, Banteng, Situbondo (Jatim) dan daerah Gunung Merapi (Yogyakarta). "Selain itu, Kampoeng Ternak juga menggulirkan program pengembangan ternak domba/ kambing yang tersebar di 13 Kabupaten di Indonesia," jelas Azis.

Azis mengungkapkan, kedepan Kampoeng Ternak akan terus mengembangkan peternakan sapi dan domba/ kambing di beberapa wilayah lain di Indonesia. Dia memprediksi, kebutuhan daging sapi dan domba/ kambingĀ  di Indonesia sangat tinggi terlebih pada moment-moment tertentu seperti Lebaran dan Natal, "Kebutuhan daging sapi di masa mendatang akan terus meningkat," katanya.

Menurut data pemerintah, kebutuhan daging sapi saat ini mencapai 430 ribu ton per tahun. Dari jumlah itu, sebanyak 25 persen atau 100 ribu ton daging berasal dari impor.

Dengan adanya ancaman tersebut, menurut Azis, merupakan pertanda bahwa sudah saatnya pemerintah Indonesia tidak bergantung pada impor sapi Australia. "Dengan membangun kemandirian peternak, maka kita bisa swasembada daging. Untuk membangun kemandirian tersebut bisa melalui pembangunan sentra ternak dan benahi tata niaga perdagangan ternak," ungkapnya.

(and)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini