Image

Semester I, Kinerja Industri Baja Melambat

Sandra Karina, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2011, 18:49 WIB
https img o okeinfo net content 2011 07 13 320 479533 ECTM1yUjmB jpg Ilustrasi. Foto: Koran SI

JAKARTA - Kinerja industri baja nasional selama semester I-2011 melambat karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kenaikan harga dan juga belanja pemerintah untuk proyek-proyek besar yang tertunda.

Co Chairman Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Irvan Kamal Hakim mengatakan, konsumsi baja secara global memang mengalami penurunan selama semester I 2011. Penyebabnya, kata dia, di antaranya adalah karena situasi ekonomi China yang menerapkan tight money policy dan harga bahan baku yang tinggi terutama akibat banjir di Quensland, Australia.

“Karena bahan baku naik, biaya produksi naik. Karena terjadi penaikan harga, untuk apa memproduksi lebih banyak kalau harus menjual rugi sehingga banyak produsen yang mengurangi produksi,” kata Irvan di Jakarta, Rabu (13/7/2011).

Selain itu, kata Irvan, krisis ekonomi di Eropa yang berkepanjangan, seperti di Portugal, Spanyol, dan terakhir di Yunani, juga mempengaruhi konsumsi baja global.

“Bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang yang mempengaruhi permintaan baja di perfektur setempat, ikut memperburuk permintaan baja.Melihat kombinasi dari faktor-faktor itu, memang benar permintaan baja selama semester I-2011 turun, karena memang konsumsi anjlok,” jelas Irvan.

Di Indonesia, lanjut Irvan, konsumsi baja nasional yang banyak dipengaruhi oleh belanja pembangunan oleh pemerintah melalui proyek-proyek besar, diperkirakan menurun.

“Dari Januari sampai Juni lalu, tingkat penyerapan dana APBN oleh pemerintah hanya 26 persen,” papar Irvan.

Namun, Irvan meyakini, lonjakan permintaan baja akan terjadi di semester II/2011. Pasalnya, realisasi APBN oleh pemerintah cukup tinggi dibandingkan semester I/2011. “Dengan tingkat penyerapan anggaran pada semester I yang rendah, artinya sisanya di semester II harap semua pihak bersiap-siap,” jelasnya.

Menurutnya, dalam 13 tahun terakhir, kecuali 2008, permintaan dan harga baja biasanya akan naik setelah momen Lebaran. “Selama 13 tahun terakhir, yang terjadi biasanya seperti itu. Kami ingatkan kepada pembeli, pemilik proyek, dan pengguna baja, agar diantisipasi,” tandas Irvan.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini