BPK Audit Divestasi Saham Newmont Pekan Depan

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Minggu 17 Juli 2011 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 17 20 480802 MCRGl1fOFB.jpg Logo BPK

BOGOR - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dijadwalkan akan memulai proses audit terhadap Pusat Investasi Pemerintah (PIP) terkait pembelian divestasi tujuh persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) pekan depan.

Kepala PIP Soritaon Siregar mengungkapkan, audit ini merupakan permintaan dari DPR guna melakukan investigasi khusus. "Dijadwalkan, mulai Senin minggu depan BPK akan masuk ke PIP untuk mulai audit investigasi. Itu pertama-tama akan diterima menkeu," ungkapnya kala ditemui di The Village Ressort, Bogor, akhir pekan lalu.

BPK, kata dia, akan melakukan audit pada keabsahan proses pembelian divestasi tujuh persen saham Newmont. "Yang akan diaudit membeli saham Newmont 2010 itu apa memenuhi governance-nya gak. Karena transaksi kan belum efektif," tambahnya.

Berbeda dengan Pemerintah Pusat, audit investigasi terhadap divestasi 24 persen saham konsorsium pemerintah daerah pada 2009 akan diperiksa secara detail. "Menkeu sudah minta untuk audit dan BPK akan audit di NTB. Auditnya pada prosedur pembentukan BUMD, sumber dana, dan sebagainya," ujarnya.

Dia menuturkan, hasil audit investigasi BPK akan disampaikan setelah 30 hari kerja sejak awal pelaksanaan audit. "Kita akan lihat hasilnya setelah 30 hari kerja," katanya.

Terkait pembayaran divestasi, Soritaon mengungkapkan, PIP telah menyelesaikan proses pembelian divestasi Newmont sebatas wewenangnya. Saat ini hanya tinggal menunggu surat persetujuan dari Kementrian ESDM dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait perubahan struktur permodalan Newmont.

"Posisi terakhir menkeu sudah kirim surat tiga kali ke ESDM untuk meminta perubahan struktur permodalan Newmont. Ini sampai sekarang belum selesai. Kalau surat sudah keluar dari ESDM, dari BKPM kita akan transfer dana USD246,8 juta ke Newmont," tandasnya.

(and)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini