nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Muamalat: Fatwa MUI Nomor 82 Harus Aplikatif

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Senin 08 Agustus 2011 19:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 08 08 320 489649 5LWvTPeYJs.jpg Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) berharap, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 82 tentang Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah tidak berhenti pada tataran kebijakan semata.

"Fatwa tersebut haruslah aplikatif dengan proses sesimpel mungkin karena transaksi perbankan syariah bisa sangat banyak," kata Direktur Bank Muamalat Indonesia Andi Buchori, di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (8/8/2011).

Andi berharap, pengaplikasian fatwa tersebut dapat memperkencang proses pencarian dana. Tapi, dia menegaskan, biaya yang dibebankan haruslah tidak sampai membebani kostumer.

"Sejauh ini belum kami kalkulasikan. TotalĀ  biaya transaksi komoditi syariah ini nantinya akan menjadi cost of fund, karena itu jangan sampai membebani kostumer," imbuhnya.

Menurut Andi, fatwa ini memang ditujukan untuk menangani berbagai persoalan manajemen likuiditas perbankan syariah. Melalui perdagangan komoditi syariah di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), bank-bank syariah memang dapat menghimpun dana lebih cepat.

Manajemen likuiditas di sini berlaku baik bagi bank yang kelebihan maupun yang kekurangan. Yakni, bagaimana kelebihan likuiditas bisa diinvestasikan, dan bagaimana menghimpun dana melalui perdagangan komoditi syariah.

"Yang perlu diperhatikan juga, komoditas yang diperdagangkan haruslah yang harganya stabil, sehingga tidak ada spekulasi," tegasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini