Share

BPK Temukan Penyelewengan Dana Otsus Berkedok Aset Bank

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Minggu 14 Agustus 2011 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 14 20 491864 an2KLQHsM9.jpg ilustrasi

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendapatkan adanya aset yang tercatat ada pada bank namun pada kenyataannya Bank tersebut sudah tidak ada. Aset tersebut, kebanyakan dicatatkan atas milik pemerintah daerah.

Ketua BPK Hadi Purnomo mengungkapan terdapat modus penyelewangan anggaran oleh Pemerintah daerah yang mengalokasikannya dana Otonomi Khusus (otsus) sebagai aset pada sebuah Bank yang sudah tidak ada.

"kita cek terus ternyata banknya sudah tidak ada lagi," ungkap Hadi kala ditemui di Kantornya, Senayan, Jakarta, akhir pekan kemarin.

Selain itu, dia mengungkapkan, ada modus yang menggunakan deposito yang sudah diambil namun tetap dinyatakan ada. "Tetep bunga masuk, tapi bukan dari banknya, BPK meminta trustback dong ke banknya," tuturnya.

Hal tersebut, kata dia, dilakukan untuk menguji suatu transaksi yang terjadi pada bank yang telah memberikan bunga tersebut. "Apakah benar jumlahnya, apakah benar itemnya, apakah jelas sumbernya. Itu harus kita lakukan," kata Hadi.

Namun demikian, Hadi enggan menyebutkan daerah mana saja yang telah melakukan penyelewengan dana otsus tersebut. ketika dikonfirmasi apakah semua Pemda melakukan hal tersebut, Hadi membantahnya. "Tidak. Itukan cuma modus," tegas dia.

Seperti diketahui, BPK melakukan audit pada Pemda Papua. Dalam audit tahun 2010 tersebut, BPK menemukan ada dana sebesar Rp1,85 triliun yang masuk dalam deposito, dana tersebut merupakan dana otsus.

Dana otsus yang sedianya untuk dana pendidikan dan kesehatan dikatakan BPK didepositoskan sejak tahun 2008 pada beberapa bank, yakni Bank Mandiri dan Bank Papua. Pada Bank Mandiri dana disimpan sebanyak Rp1,25 triliun pada tahun 2008 dan Rp 350 miliar pada Bank Papua pada tahun 2010.

Padahal, dalam pasal 73 ayat 1 dan 2 Permendagri 13 th 2006, dikatakan dana otonomi khusus (otsus) tidak dapat didepositokan. Namun, Pemda Papua telah menempatkan Dana otsus tersebut dalam deposito sejak tahun 2008 sebesar Rp1,85 triliun.

(and)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini