nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Reguk Jutaan Rupiah dari si Bulu Babi

Gina Nur Maftuhah, Jurnalis · Jum'at 02 September 2011 10:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 08 28 22 497431 Quod8hbAv0.jpg ilustrasi Foto: Blogspot

PERNAH berpikir mendulang jutaan rupiah dari bulu babi atau landak laut yang menjijikan bagi sebagian orang itu? Pria berumur 26 tahun itu sudah melakukannya, bahkan ia memenangkan ajang wirausaha kreatif yang diselenggarakan sebuah merk rokok ternama.

"Dulu saya bekerja di bidang ecotourism, pekerjaan ini membuat saya tahu bahwa meskipun berdasarkan penelitian bulu babi mengandung banyak protein tinggi, tetapi di Indonesia selalu dibuang di pinggir pantai," ungkap Yuri Pratama, pengusaha bulu babi pertama di Indonesia.

Berawal dari pengetahuan ini, ia kemudian nekat ingin mengembangakan usaha bulu babi ini. Saat memulai usaha ini, semua pihak termasuk saat itu Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) memandang rendah idenya tersebut.

"Indonesia itu memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, tetapi produsen bulu babi di Asia Tenggara justru Filipina SelainĀ  itu, produsen bulu babi di dunia yang tenar itu Amerika, Norwegia, Eropa Timur dan lainnya, tak ada nama Indonesia," lanjut dia.

Maka bermodal keyakinan dan nekat, Yuri memulai usaha ini dari 2008 lalu, saat itu, ia hanya membuat satu keramba bulu babi sederhana bermodal Rp4 juta-Rp5 juta.

"Sekarang, saya memiliki tujuh keramba bulu babi di tiga pulau, tetapi Pulau Tidung di kepulauan Seribu," lanjut dia bangga.

Dia mengaku, sekali masa panen setiap empat sampai enam bulan sekali, ia dapat memanen bulu babi sekira 80-100 kilogram (kg). "Satu kg bulu babi dihargai sekira Rp250 ribu, itu kira-kira kita dapat untung sekira 40 persen," ceritanya lagi.

Tak hanya mengambil untung sendiri, ia juga merangkul nelayan-neayan di sekitar pulau Tidung dengan mendirikan koperasi Urchindonesia. Lewat koperasi ini ia ingin membuktikan kepada nelayan bahwa membudidayakan bulu babi uang dapat menghasilkan uang.

Rencananya, Yuri akan mendirikan fasilitas pembenihan dengan kapasitas 1.000 ekor yang menelan dana sekira Rp20 juta. Yuri berharap, setelah fasilitas pembenihan tersedia berdiri, kapasitas produksi telur landak laut bisa meningkat. Dengan begitu, keinginannya untuk dapat mengekspor telur landak laut bisa tercapai.

(and)

Berita Terkait

Referensi Usaha

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini