IPO, ABM Investama Klaim Kelebihan Permintaan 4 Kali

Achmad Rifaie De Jong, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2011 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2011 12 02 278 537009 sn1GuTdNLW.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Saham PT ABM Investama (ABM) mengklaim telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak empat kali. Saham anak usaha grup Tiara Marga Trakindo ini akan melakukan pencatatan saham perdana mereka pada tanggal 6 Desember 2011 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jumlah saham yang dilepas adalah sebesar 550.633.000 dan ini merupakan cerminan kepercayaan investor terhadap saham ABM. ABM juga telah menetapkan harga saham perdananya sebesar Rp3.750 per saham yang merupakan harga tengah dari kisaran harga yang ditawarkan pada masa bookbuilding yaitu Rp3.250-4.650 per saham.

"Perseroan telah sepakat menetapkan harga saham perdana sebesar Rp 3.750 per saham. Dengan demikian dana perolehan IPO akan mencapai Rp2,1 triliun atau lebih tinggi dari target sebelumnya, yakni Rp2 triliun." kata Managing Director PT Mandiri Sekuritas Iman Rachman, penjamin pelaksana emisi ABM dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (2/12/2011).

Di pihak lain Direktur Utama ABM Andi Djajanegara mengatakan, sangat puas dengan besarnya minat investor terhadap saham perseroan.

"Dengan dana IPO yang terkumpul, ABM bukan hanya mampu merealisasikan rencana ekspansi anak-anak usaha kami, tetapi juga akan memperkuat pertumbuhan kinerja Perseroan secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Minat pasar yang besar terhadap saham ABM baik asing maupun lokal juga akan semakin memantapkan perseroan untuk melantai di bursa dalam waktu dekat,” tambah Andi.

Dari 70 persen dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk pembiayaan ekspansi anak-anak usaha ABM. Sementara 24 persen akan digunakan untuk pembiayaan utang (refinancing) dan enam persen sisanya untuk modal kerja. Dengan melakukan refinancing maka akan memperbaiki rasio keuangan maupun struktur permodalan ABM.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini