Krisis, Morgan Stanley ikut-ikutan PHK karyawan

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 29 Desember 2011 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2011 12 29 452 548669 TMptjloVOi.jpg ilustrasi Foto: Corbis

Sindonews.com –  Satu lagi bank asal Amerika yang memangkas jumlah karyawannya sebagai dari imbas krisis ekonomi global. Kali ini giliran bank investasi asal Amerika Serikat (AS), Morgan Stanley, yang segera memberhentikan 580 karyawan di New York karena alasan ekonomi.

Sebelumnya bank tersebut juga mengumumkan rencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 1.600 tenaga kerja pada kuartal pertama 2012 di semua posisi dan tingkatan.

Perampingan karyawan di New York telah diputuskan dalam dokumen yang diajukan kepada Departemen Tenaga Kerja AS dan telah dipublikasikan pada Selasa 27 Desember 2011. Sementara, bank tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan memberhentikan karyawannya.

PHK akan bergulir mulai 15 Desember di empat kantor yang berbeda sesuai dengan dokumen yang dipublikasikan. Seperti dilansir AFP, pemotongan karyawan tersebut kemungkinan akan terfokus dalam bisnis obligasi yang telah terhantam oleh krisis utang kawasan Eropa.

John Mack, Chairman Morgan Stanley, dikabarkan akan mundur dari jabatannya pada akhir tahun ini setelah sukses memimpin perusahaan melalui krisis keuangan AS pada 2008, di saat para pesaingnya mengalami kebangkrutan dan kehilangan status mandiri.

Sebelum Morgan Stanley, bank raksasa lainnya, Citigroup Inc juga telah mengumumkan rencana untuk memangkas sekitar 4.500 karyawan di seluruh dunia dalam upaya mengurangi biaya operasional.

Chief Executive Officer (CEO) Citigroup Vikram Pandit mengatakan, bank akan menggelontorkan biaya USD400 juta pada kuartal ini untuk pesangon dan biaya lainnya yang berhubungan dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pemangkasan karyawan tersebut sama dengan sekitar dua persen dari tenaga kerja Citigroup yang berjumlah 267 ribu karyawan pada akhir kuartal III/2011.

“Pemotongan karyawan akan selesai selama beberapa kuartal ke depan dan berasal dari berbagai usaha,” ujar Pandit, 6 Desember 2011. Keputusan Citigroup melakukan pengurangan karyawan menambah daftar bank di dunia yang melakukan efisiensi tenaga kerja.

Total, industri perbankan sudah memutuskan hubungan kerja dengan lebih dari 120 ribu karyawan akibat ketat persaingan industri dan lemahnya perekonomian global. Awal tahun ini bank saingan Citigroup yakni America Corp juga mengumumkan rencana pemangkasan 30 ribu tenaga kerja dan memotong biaya tahunan sebesar USD5 miliar.

Pandit mengungkapkan, pengurangan tenaga kerja Citigroup akan melibatkan unit perdagangan milik perusahaan yang sedang mengalami penurunan. Hal tersebut dilakukan karena reformasi hukum keuangan yang dikenal sebagai aturan Volcker yang membatasi perbankan dari pertaruhan modal sendiri di pasar.

“Pengeluaran Citigroup yang telah diungkapkan sebelumnya tentang program pengurangan biaya menghasilkan USD1,4 miliar pada penghematan tahun ini, hampir empat dari biaya operasional bank sebesar USD37,72 miliar dalam tiga kuartal pertama," imbuh Pandit.

(and)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini