nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah Pangggung Indonesia Refleksi Mikro Kosmos dan Makro Kosmos

Sabtu 31 Desember 2011 10:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 12 31 478 549688 iuRT5qrskL.jpg foto: rumah gadang/decomodes

SEBAGIAN besar rumah tradisional Indonesia berupa rumah panggung, jawaban terhadap budaya, lingkungan alam, dan filosofi hidup. Kecerdikan dan pemikiran akan melindungi diri terhadap bahaya dengan membuat rumah yang lebih baik, lebih indah, dan lebih kuat.

Rumah panggung merupakan salah satu rumah tradisional Indonesia. Menurut Ir. Myrtha Soeroto, pada buku Dari Arsitektur Tradisional Menuju Arsitektur Indonesia, menjelaskan bahwa arsitektur tradisional lahir bersama sama arsitektur candi. Pada

masanya, candi sebagai tempat ibadah, sedangkan arsitektur tradisional adalah tempat tinggal (rumah tradisional) atau tempat umum (bangunan tradisional).

Menurut Djauhari Sumintardja pada buku Kompendium Sejarah Arsitektur, rumah tradisional berbeda dengan rumah biasa. Rumah tradisional adalah sebuah rumah yang dibangun dan digunakan dengan cara yang sama sejak beberapa generasi, berupa kebiasaan-kebiasaan tidak tertulis ketika rumah tersebut dibangun dan mulai digunakan.

Sedangkan rumah biasa adalah rumah adat/rumah asli/rumah rakyat, berbeda dari bentuknya rumah tradisional, berupa bangunan sederhana. Bentuk rumah  ini, berasal dari bentuk asal yang diperkaya dengan keragaman dan rumitnya hiasan dan ukuran yang lebih besar sesuai dengan tingkatan sosial dalam kehidupan masyarakat.

Rumah sebagai  bagian dari alam dan penciptanya, sehingga rumah dianggap sebagai mikro kosmos (alam kecil) yang harus seimbang dan serasi dengan makro kosmos (alam semesta). Rumah diterjemahkan pula seperti wujud alam, yaitu kaki, badan, dan kepala.

Hal ini terlihat dari rumah panggung Indonesia, terdiri dari kaki (kolong rumah panggung), badan (ruang berfungsi sebagai tempat tinggal), dan kepala (atap sebagai identitas dan tingkatan sosial masyarakat). Kearifan dan filosofi rumah panggung

tidak diragukan lagi, baik secara struktur bangunan, kenyamanan sesuai dengan iklim Indonesia, fungsi ruang yang lengkap mulai wadah bersosialisasi sampai privat.

Pada beberapa rumah panggung, kolong rumah digunakan untuk bersosialisasi dengan para tetangga. Tetapi di daerah lain, kolong rumah panggung digunakan sebagai kandang binatang peliharaan. Rumah panggung jamak adalah rumah panggung yang didiami oleh beberapa keluarga, berbeda dengan rumah tunggal yang ditinggali oleh satu keluarga saja.

       

Rumah gadang salah satu rumah panggung jamak. Tidak ada ukuran yang pasti pada rumah gadang, karena pandangan seorang Nan Kodoh Rajo sangat berpengaruh terhadap rumah gadang yang proporsional dan harmonis. Menyatunya perencanaan rumah gadang dengan lingkungan berjalan dengan serasi dan menyatu. Komunikasi para arsitek tradisional dengan alam, menjadikan rumah gadang tidak hadir secara arogan. Status sosial pemilik (kaum) terlihat pula dari rangkiang di depan rumah gadang.

Tata nilai, tata laku, dan tata kehidupan suatu bangsa diketahui dari desain rumahnya. Rumah panggung pun dapat menjawab terhadap daerah resapan air yang baik, cocok digunakan di dataran rendah, pesisir pantai, dan daerah pegunungan.

Pemahaman, tanggung jawab, cinta, dan kebanggaan akan identitas diri, yang menjadikan para arsitek Indonesia dapat menjadi raja dinegaranya  dan memberikan rel yang jelas untuk menghasilkan karya karya arsitektural yang bernafaskan kepribadian Indonesia.

Oleh:

Rita Laksmitasari

Direktur Mitra Bangun Sekawan

(rhs)

Berita Terkait

Home and Build

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini