Image

Arus Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Perak Capai 2,6 Jt Teus

Nurul Arifin, Jurnalis · Jum'at 13 Januari 2012, 11:23 WIB
https img z okeinfo net content 2012 01 13 320 556555 mb5ohcj9oQ jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

SURABAYA - Selama 2011 arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak mengalami peningkatan hingga 10 persen dibanding 2010. Tercatat, arus peti kemas mencapai 2.205.886 box setara dengan 2.643.518 teus.

Data yang dihimpun dari PT Pelindo III (Persero) menyebut, realisasi tersebut didapat dari masing-masing terminal di Pelabuhan Tanjung Perak. Di Terminal konvensional terealisir sebanyak 538.658 box atau setara dengan 569.968 teus. Jumlah tersebut ada peningkatan sebanyak 56 persen dalam satuan Teus dibanding 2010.

"Peningkatan ini karena telah beroperasinya Terminal Multipurpose Nilam Timur yang menggunakan perlatan  bongkar muat khusus peti kemas dan Pelabuhan Tanjung Perak berperan melayani petikemas tujuan Kalimantan dan Kawasan Timur Indonesia," kata Humas PT Pelindo III Edi Priyanto kepada okezone, Jumat (13/1/2012).

Peningkatan arus petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak juga didukung dengan peningkatan di Terminal Petikemas Surabaya (PT TPS). PT TPS mengalami peningkatan sebesar lima persen dibanding 2010 atau terealisir sebanyak 944.416 box atau 1.278.786 teus.

Disusul kemudian di Terminal Berlian (PT BJTI). Di tempat ini peningkatan terjadi hingga empat persen dibanding 2010. Arus petikemas di terminal Berlian 2011 terealisir 722.812 box atau 794.764 teus.

Menurut Edi, Pelabuhan Tanjung Perak sendiri menjadi pintu gerbang utama arus barang baik skala internasional maupun domestik Jawa Timur juga terhadap daerah lain di Kawasan Timur Indonesia.

Sebagaimana diketahui bahwa akhir-akhir ini peti kemas sebagai sarana pengiriman barang semakin diminati kalangan pelaku usaha. Hal tersebut terbukti dari meningkatnya arus peti kemas di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia.

"Salah satu keuntungannya, selain lebih terlindung dari cuaca, peti kemas juga dirasa lebih efisien dan risiko barang rusak lebih kecil," tukas Edi.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini