"Hilirisasi Tambang Angkat Martabat Bangsa"

Sandra Karina, Jurnalis · Rabu 01 Februari 2012 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 01 19 567588 3h0u8CntJY.jpg Logo Kadin

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengatakan, program hilirisasi hasil produk pertambangan adalah suatu program yang sangat tepat mengangkat harkat bangsa Indonesia yang tadinya merupakan eksportir bahan tambang menjadi eksportir manufaktur hasil tambang.

Saat ini, kata Wakil Ketua Umum Kadin bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur, Indonesia membutuhkan industri smelter sebanyak-banyaknya, mulai dari tembaga, alumunium, nikel, besi, emas, timah, dan lain sebagainya.

"Program hilirisasi sudah hampir setahun diwacanakan, penerapan UU minerba sudah mendekati 2014, namun tanda-tanda untuk mengimplementasikannya masih kurang jelas, koordinasi kementerian yg terkait masih sebatas saling adu program," kata Natsir di Jakarta, Rabu (1/2/2012).

Selain itu, lanjutnya, program hilirisasi di dalam program MP3EI masih mempunyai kendala the bottleneking yang banyak dan pemerintah sepertinya belum merespon hambatan-hambatan di bidang hilirisasi industri pengolahan hasil pertambangan.

Sementara, menurutnya, minat pengusaha nasional dan BUMN untuk membangun industri hasil pengolahan komoditi pertambangan (smelter) sangat besar, namun pemerintah masih lambat dalam menjalankan program hilirisasi.

Di sisi lain, kata dia, Kadin berharap agar UU minerba Nomor 4/2009 bisa diterapkan karena akan menjadi preseden buruk apabila pemerintah Indonesia tidak tegas dalam mengimplementasikan UU itu.

Dia mengatakan, Kadin, Kemenperin-Kementerian ESDM, Kemendag dan Kementerian BUMN harus bersama-sama dalam menjalankan program hilirisasi. Bahkan, jika perlu membentuk tim bersama dalam rangka mempercepat program hilirisasi industri pertambangan.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini