Morgan Stanley akuisisi Tiga Pilar Sekuritas

(koran Sindo), Jurnalis · Kamis 02 Februari 2012 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 02 452 568009 eQcgJZLRPu.jpg ilustrasi Foto: Corbis

Sindonews.com – Lembaga keuangan asing, Morgan Stanley, akan segera masuk menjadi pemilik salah satu perusahaan sekuritas Indonesia. Morgan Stanley menjadi satu-satunya perusahaan tersisa yang masih meneruskan proses akuisisi terhadap PT Tiga Pilar Sekuritas.

Atas rencana pengambilalihan kepemilikan saham itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan perusahaan efek berkode transaksi DG tersebut.

“(Akuisisi) Morgan Stanley masih dalam proses. Suspensi Tiga pilar, dalam rangka permohonan perusahaan (voluntary) untuk dicabut izinnya sehubungan dengan pengalihan,” ujar Direktur Pengawasan Anggota Bursa Uriep Budi Prasetyo di Jakarta kemarin.

Suspensi terhadap Tiga Pilar, menurut Uriep, mulai dilakukan pada sesi I perdagangan kemarin. Morgan Stanley saat ini sudah menyampaikan izin untuk menjadi Anggota Bursa (AB). Langkah tersebut dilakukan dengan mengakuisisi Tiga Pilar, yang telah menjadi AB.

BEI saat ini tengah melakukan pemeriksaan terkait kewajiban yang masih di miliki Tiga Pilar, sebelum melakukan pencabutan izin. Nantinya, izin tersebut akan diberikan kepada pihak yang menjadi pemilik baru Tiga Pilar. “Nanti kita masuk lagi di Morgan,” kata dia.

Rencana akuisisi Morgan Stanley terhadap Tiga Pilar telah dilansir oleh Reuters. Morgan Stanley disebutkan telah mencapai kesepakatan dengan Tiga Pilar Sekuritas atas transaksi jual beli yang dilakukan. Morgan Stanley disebut telah mengalahkan Goldman Sachs dalam perburuan akuisisi perusahaan sekuritas tersebut.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, pertumbuhan fundamental ekonomi nasional serta emiten yang terus meningkat menjadi salah satu alasan. Apalagi, setelah adanya kenaikan peringkat utang Indonesia ke zona investasi yang membuat kepercayaan asing semakin meningkat.

Morgan Stanley diketahui sangat aktif melakukan upaya guna bisa memuluskan rencana masuk ke pasar Indonesia. Selain itu, ada beberapa lagi yang memang sudah menyatakan minatnya. “Ada beberapa perusahaan asing lagi yang telah menyatakan keinginannya,” kata dia.

(and)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini