BBM Naik, Waspadai Kenaikan Harga Pangan

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Minggu 11 Maret 2012 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 11 19 591002

BOGOR - Pemerintah harus mengontrol kenaikan harga barang di pasar, khususnya bahan pangan, demi mengantisipasi kenaikan inflasi yang pasti akan membludak dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, memprediksikan prediksi kenaikan inflasi karena naiknya harga BBM bersubsidi juga tarif dasar listrik bisa mencapai 1,5-2 persen. Oleh sebab itu inflasi mungkin ada di angka 6-7 persen pada tahun ini. Jauh dari target pemerintah di kisaran 3,5-5,5 persen untuk 2012.

"Cuma saya agak sedikit (atau) tidak terlalu khawatir (dengan kenaikan harga BBM karena) mestinya pemerintah harus punya resep atau cara-cara untuk dapat menangkal kenaikan di pasar (agar) tidak liar. Karena yang susah dikontrol adalah kenaikan harga barang di tingkat konsumen," ujar di Bogor, kemarin.

Menurut Ryan, pemerintah harus teliti dalam mengamati  bagaimana perkembangan harga di tingkat konsumen di pasar-pasar. Perhatian lebih harus diberikan kepada sembilan bahan pokok dan bahan pangan khususnya cabai. Apalagi ditengah cuaca ekstreem yang sedang melanda saat ini.

"Sembako adalah kontributor utama inflasi terutama beras, ikan asin. (dan) cabai adalah komponen inflationary (inflasi) yang paling tinggi. Jadi kalau ini nggak bisa dijaga bahaya," tambahnya.

Karenannya dia menilai operasi pasar harus dilakukan untuk stabilisasi harga karena dampak inflationary-nya di tingkat konsumen itu pasti tinggi. "Kan distribusi barang dari produsen, grosir, grosir kecil sampai retailer. Nah sampai ke retailer itu terjadi eksponensial kenaikan kan. Nah itu yang berbahaya," pungkas Ryan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini