Dirut INTI : Bisa Jadi PLN atau PGN

Hutami Windiarti, Jurnalis · Jum'at 30 Maret 2012 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 30 320 602789 GnbKTS7jHk.jpg Ilustrasi. AP.

BANDUNG - PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) berencana menjual 49 persen sahamnya dengan nominal saham Rp1 juta per lembar saham. Adapun penjualan saham ini, akan dilakukan dengan menggunakan metode strategic sales.

Keputusan itu dilakukan sesuai dengan Keputusan Menko Bidang Perekonomian Nomor KEP-06/M.EKON/01/2012 tentang pelepasan saham kepada BUMN dengan bidang yang sejenis.

Meski berencana melepas sahamnya, Direktur Utama PT INTI Irfan Setia Putra belum bisa mengungkapkan dengan pasti pihak mana saja yang akan membelinya. "Saya belum memastikan siapa yang akan membeli, bisa jadi PLN atau PGN," ungkap dia kala ditemui saat Press Gathering INTI 2012, di Kantor Pusat PT INTI, Bandung, Jumat (30/3/2012).

Dalam acara dengan melakukan privatisasi, PT INTI berharap bisa menggunakan dana tersebut untuk mengeluarkan smartphone dan tablet yang harganya dapat bersaing dengan produk lainnya. "Untuk smarthphone, PT INTI akan menjual seharga Rp3 juta. Sedangkan untuk tablet akan dijual Rp700 ribu yang bekerja sama dengan IMO," tukas dia.

Sekadar informasi, PT INTI adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola bisnis telekomunikasi.

Sejak 2009, INTI melakukan perubahan orientasi bisnis dari yang semula berbasis pure manufacture menjadi sebuah industri yang berbasis solusi kesisteman, khususnya dalam bidang sistem infokom dan integrasi teknologi.

PT INTI diketahui berencana untuk melepaskan 49 persen saham negara kepada BUMN lain melalui mekanisme strategi sale (penjualan strategis). Melalui penjualan strategis tersebut, INTI diharapkan dapat meraup dana sebesar Rp332,5 miliar.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini